Breaking News:

Artikel

Model CPRES Meningkatkan Pengetahuan Karir Mahasiswa

Kemampuan lulusan harus mencakup 4 unsur untuk menjadikannya sebagai CPL yaitu mencakup unsur sikap, pengetahuan, psikomotorik dan keterampilan khusus

istimewa
Yenny Denelita 

Tantangan pendidikan pada era revolusi industri 4.0 khususnya di Indonesia bukan lagi hanya berbicara pada masalah klasik yaitu pemerataan dan pemenuhan akses, sarana prasarana Pendidikan tetapi juga berbicara mutu lulusan yang mampu bersaing dengan tuntutan perkembangan zaman.

Menurut Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), dan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, dimana KKNI merupakan pernyataan kualitas SDM Indonesia yang penjenjangan kualifikasinya didasarkan pada tingkat kemampuan yang dinyatakan dalam rumusan capaian pembelajaran (learning outcomes).

Perguruan Tinggi sebagai penghasil SDM terdidik perlu mengukur lulusannya, apakah lulusan yang dihasilkan memiliki kemampuan setara dengan kemampuan capaian pembelajaran yang telah dirumuskan dalam jenjang kualifikasi KKNI.

Sebagai kesepakatan nasional, ditetapkan lulusan program sarjana paling rendah harus memiliki kemampuan yang setara dengan capaian pembelajaran yang dirumuskan pada jenjang KKNI.

Dari fenomena untuk menciptakan lulusan yang mempunyai pengetahuan, keterampilan dan kompetensi pada bidang keilmuannya, maka seorang mahasiswa harus bersikap profesional, memiliki kreativitas dan mampu berinovasi serta selalu bersikap dan berfikir positif yang menjunjung tinggi etika dan integritas profesinya.

Profesionalisme dapat menciptakan lulusan sesuai dengan bidang keahlian karir bidang studi yang diambilnya.

Untuk meningkatan potensi, motivasi dan kompetensi lulusan, program studi diharapkan mampu memberi keterampilan dan pengetahuan, sehingga lulusan dari Perguruan Tinggi diharapkan memiliki kompetensi dibidang keahlian/karir yang diminatinya yang tidak terpisahkan dari Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) yang diusung oleh pemerintah Republik Indonesia.

KKNI tersebut meliputi kemampuan pengetahuan (kognitif), sikap (afektif), keterampilan komunikasi (soft skill) dan juga penguasaan psikomotorik (hard skill) mahasiswa di Perguruan Tinggi.

Rendahnya kematangan karir/keahlian bagi lulusan Sarjana di Perguruan Tinggi dapat menyebabkan kesalahan dalam mengambil keputusan karir, dimana banyak lulusan bekerja tidak sesuai dengan keahlian bidang ilmu yang diambilnya karena mahasiswa tidak punya referensi dalam memilih profesi/karir keahlian sesuai profil lulusan Program Studi yang sedang mereka tekuni.

Oleh sebab itu, perlu dilakukan studi model penelusuran karir mahasiswa sesuai profil lulusan Program Studi di Perguruan Tinggi.

Halaman
1234
Editor: rinalsagita
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved