Breaking News:

Artikel

Model CPRES Meningkatkan Pengetahuan Karir Mahasiswa

Kemampuan lulusan harus mencakup 4 unsur untuk menjadikannya sebagai CPL yaitu mencakup unsur sikap, pengetahuan, psikomotorik dan keterampilan khusus

Editor: Rinal Maradjo
istimewa
Yenny Denelita 

Dari fenomena untuk menciptakan lulusan yang mempunyai pengetahuan, keterampilan dan kompetensi pada bidang keilmuannya, maka seorang mahasiswa harus bersikap profesional, memiliki kreativitas dan mampu berinovasi serta selalu bersikap dan berfikir positif yang menjunjung tinggi etika dan integritas profesinya.

Profesionalisme dapat menciptakan lulusan sesuai dengan bidang keahlian karir bidang studi yang diambilnya.

Untuk meningkatan potensi, motivasi dan kompetensi lulusan, program studi diharapkan mampu memberi keterampilan dan pengetahuan, sehingga lulusan dari Perguruan Tinggi diharapkan memiliki kompetensi dibidang keahlian/karir yang diminatinya yang tidak terpisahkan dari Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) yang diusung oleh pemerintah Republik Indonesia.

KKNI tersebut meliputi kemampuan pengetahuan (kognitif), sikap (afektif), keterampilan komunikasi (soft skill) dan juga penguasaan psikomotorik (hard skill) mahasiswa di Perguruan Tinggi.

Rendahnya kematangan karir/keahlian bagi lulusan Sarjana di Perguruan Tinggi dapat menyebabkan kesalahan dalam mengambil keputusan karir, dimana banyak lulusan bekerja tidak sesuai dengan keahlian bidang ilmu yang diambilnya karena mahasiswa tidak punya referensi dalam memilih profesi/karir keahlian sesuai profil lulusan Program Studi yang sedang mereka tekuni.

Oleh sebab itu, perlu dilakukan studi model penelusuran karir mahasiswa sesuai profil lulusan Program Studi di Perguruan Tinggi.

Studi pendahuluan yang dilakukan oleh peneliti berdasarkan tracer study dan mahasiswa aktif kuliah diketahui bahwa kesulitan dalam mengidentifikasi potensi dan peminatan keahlian bidang ilmu yang diambil,

karena peserta didik (mahasiswa) masih fokus pada peningkatan aspek pengetahuan (kognitif)), sehingga aspek sikap (afektif) dan keterampilan (psikomotorik) yang diperlukan dalam dunia kerja belum maksimal mendukung pemilihan dan perencanaan karir sesuai dengan bidang keahlian setelah lulus menjadi Sarjana dari Perguruan Tinggi.

Lulusan yang dihasilkan oleh Perguruan Tinggi hendaknya dapat menjalankan bidang keahlian yang dicapai sesuai profil lulusan Program Studi dimana pencapaian kemampuan keahlian peserta didik (mahasiswa) dapat dinyatakan dalam rumusan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) yang dijabarkan secara selaras dalam matakuliah.

Penetapan kemampuan lulusan harus mencakup empat unsur untuk menjadikannya sebagai CPL yaitu mencakup unsur sikap (afektif), pengetahuan (kognitif), psikomotorik berupa keterampilan umum dan keterampilan khusus (kemampuan kerja) berdasarkan SN-Dikti dan jenjang kualifikasi KKNI.

Dimana unsur sikap dan keterampilan umum mengacu pada SN-Dikti sebagai standar minimal yang memungkinkan ditambah oleh Program Studi untuk memberi ciri lulusan Perguruan Tingginya.

Sedangkan unsur keterampilan khusus (kemampuan kerja) dan pengetahuan (kompetensi) dirumuskan dengan mengacu pada deskriptor KKNI sesuai dengan jenjang pendidikannya.

CPL yang dirumuskan harus jelas, dapat diamati, dapat diukur dalam proses pembelajaran, serta dapat didemonstrasikan dan dinilai pencapaiannya (AUN-QA, 2015).

Perumusan CPL yang baik dapat dipandu dengan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan diagnostik.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved