Breaking News:

Artikel

Model CPRES Meningkatkan Pengetahuan Karir Mahasiswa

Kemampuan lulusan harus mencakup 4 unsur untuk menjadikannya sebagai CPL yaitu mencakup unsur sikap, pengetahuan, psikomotorik dan keterampilan khusus

istimewa
Yenny Denelita 

Revolusi industri 5.0 dapat dipahami sebagai pasar kolaborasi manusia dengan sistem cerdas yang berbasis pada Internet of Things (IoT) atau sistem fisik cyber, dengan kemampuan memanfaatkan mesin-mesin cerdas lebih efisien dengan lingkungan yang lebih bersinergi (Rada, 2017) .

Pada akhirnya rumusan CPL Program Studi harus mengacu pada SN-Dikti dan deskriptor KKNI sesuai dengan jenjang pendidikan, dimana dalam penelitian ini sebagai sample adalah jenjang pendidikan Strata 1 (S1).

Berdasarkan hasil observasi dan analisis kebutuhan yang dilakukan pada mahasiswa Prodi Sistem Informasi Fakultas Ilmu Komputer Institut Bisnis dan Teknologi Pelita Indonesia dan diperkuat dengan studi literatur,

ada beberapa kendala yang menyebabkan kurangnya mahasiswa mengetahui kemampuan afektif (sikap) dan psikomotorik (keterampilan) sesuai profil lulusan Program studi yang dirumuskan dalam Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) pada panduan kurikulum yaitu dilihat dari rendahnya tingkat partisipasi peserta didik untuk berinteraksi, interaktiv dan interaktivity

Dan mahasiswa masih jarang yang menguasai kemampuan yang diharapkan pada setiap mata kuliah yang diberikan oleh dosen, sehingga penulis tertarik untuk mengembangkan model penelusuran karir/keahlian yaitu pengembangan model Career Path Recomendation Expert System (CPRES) dihubungkan dengan CPL dimana tertuang dalam mata kuliah serta penetapan kemampuan yang diturunkan dari profil lulusan.

Penetapan kemampuan lulusan yang mencakup empat unsur (kognitif, afektif dan psikomotorik: keterampilan umum dan keterampilan khusus) yang tertuang dalam CPL seperti yang dinyatakan dalam SN-Dikti dibebankan pada mata kuliah untuk meningkatkan peran aktif dan pengalaman praktis mahasiswa,

Dimana agar lulusan Prodi untuk dapat menjalankan peran-peran yang dinyatakan dalam profil lulusan Program Studi dan yang dinyatakan dalam rumusan CPL.

CPL dirumuskan dengan mengacu pada jenjang kualifikasi KKNI dan SN-Dikti yang terdiri dari unsur sikap, keterampilan umum, keterampilan khusus dan pengetahuan yang merupakan Standar Kompetensi Lulusan (SKL).

Sejauh ini, mahasiswa dalam perencanaan dan pemilihan karir dan peminatan keahlian sesuai profil lulusan Prodi yang selama ini dirumuskan pada Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) Prodi yang dibebankan pada matakuliah sebagai bagian prinsipil penentu kesuksesan lulusan Sarjana di Perguruan Tinggi generasi abad 21 ternyata belum tergali secara maksimal.

Hasil need analysis yang dilakukan pada Fakultas Ilmu Komputer Institut Bisnis dan Teknologi Pelita Indonesia yaitu Program Studi Sistem Informasi menunjukan bahwa lebih 84,46% mahasiswa sangat membutuhkan rekomendasi pengetahuan bidang keahlian/karir sesuai profil lulusan Program Studi yang diminati peserta didik (mahasiswa) yang dirumuskan dalam CPL yang dibebankan dalam mata kuliah,

selanjutnya dijabarkan sebagai materi pembelajaran dengan keluasan dan kedalaman sesuai dengan kebutuhan jenjang program studinya (SN-Dikti, pasal 9, ayat 2) dan peminatan kompetensi bidang keahlian berdasarkan profil lulusan Program Studi yang dicanangkan pada panduan kurikulum Program Studi.

Untuk menghasilkan suatu pengembangan Model Career Path Recomendation Expert System (CPRES) yang valid, praktis dan efektif dibutuhkan suatu kajian yang mendalam berupa penelitian.

Prosedur penelitian pengembangan yang penulis gunakan adalah prosedur yang dikembangkan oleh Borg and Gall yaitu Research and Development (R&D) dengan menggunakan tahapan pada model Four D’s (Thiagrajan, dkk., 1974).

Adapun tahapan prosedur penelitian R&D yang dilakukan penulis yaitu :

(1) Tahapan Define (melalui studi literatur, pengamatan dan analisis kebutuhan).

(2) Tahapan Design (melalui ujicoba sekala kecil).

(3) Tahapan Development Format Produk Awal (Penyiapan bahan-bahan yaitu Buku Model, Buku Panduan CPRES, instrumentasi evaluasi dan software simulasi CPRES).

Pada tahapan ini juga dilakukan Validasi Produk Awal (mengadakan Focus Group Discussion (FGD) dan Uji ahli atau validasi) serta Tahapan Revisi Produk Awal (Merevisi produk awal berdasarkan masukan dan hasil uji coba yang dilakukan).

(4) Tahapan Disseminate yaitu Uji Produk (melakukan uji coba terbatas kepada mahasiswa);

Tahapan Revisi Produk (Merevisi produk berdasarkan hasil uji coba yang dilakukan); Tahapan Uji Coba Skala Besar (Uji coba dilakukan kepada 50 orang mahasiswa dan 6 orang dosen; Tahapan berikutnya Revisi Produk Akhir (merevisi produk penelitian).

Dari hasil uji coba produk maka Pengembangan Model Karir Mahasiswa Menggunakan Sistem Pakar dengan menerapkan CPRES (Career Path Recomendation Expert System) untuk mengatasi masalah perencanaan dan pemilihan karir sesuai profil lulusan Program Studi yang diharapkan oleh dunia kerja, sehingga kesesuaian kompetensi bidang keahlian dapat tercapai.

Dimana kesesuaian kompetensi bidang keahlian dapat mengacu pada Standar Kompetensi Lulusan (SKL) yang merupakan kriteria minimal tentang kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang dinyatakan dalam rumusan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL).

Dimana kesesuaian kompetensi antara profil lulusan program studi dengan dunia kerjanya dalam penelitian ini adalah indikator Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) yang dapat diukur menggunakan Career Path Recomendation Expert System yang disingkat dengan CPRES adalah salah satu model pengelompokan dan penelusuran jalur karir bidang keahlian pada level jenjang pendidikan yang sebagai sampelnya adalah Strata 1 (Sarjana).

Penelitian ini menghasilkan kebaruan (novelty) yang asli (original) sehingga berbeda dari penelitian sebelumnya. Kebaruan hasil dari penelitian ini adalah dihasilkan model karir mahasiswa menggunakan sistem pakar dalam bentuk produk CPRES (Career Path Recomendation Expert System).

Model baru diperoleh dari kajian yang dilakukan secara sistematis dan empiris dengan mengelaborasikan indikator-indikator adalah :

(1) Kompetensi menurut CPL (Capaian Pembelajaran Lulusan) yang diterjemahkan ke dalam kemampuan nyata lulusan yang mencakup aspek pengetahuan, aspek keterampilan dan aspek sikap yang dinyatakan dalam SN-DIKTI;

(2) Profil lulusan yang sudah sesuai dengan kebutuhan bidang kerja jenjang level 6 KKNI;

(3) Karir/profesi/bidang kerja berdasarkan daftar okupasi jenjang level 6 KKNI dan

(4) matakuliah program studi dan matakuliah peminatan berdasarkan profil lulusan.

Berdasarkan sudi awal yang telah dilakukan, penelitian pengembangan model karir mahasiswa menggunakan sistem pakar yang di implementasikan dalam bentuk produk CPRES (Career Path Recomendation Expert System) sebagai penentuan jalur karir atau bidang keahlian mahasiswa berdasarkan profil lulusan Program Studi yang ditinjau dari indikator yang digunakan diatas.

Implementasi model Career Path Recomendation Expert System (CPRES) dengan menggunakan aspek afektif, aspek kognitif dan aspek motorik sebagai pedoman rekomendasi kelompok karir atau keahlian sesuai profil lulusan Prgram Studi merupakan solusi efektif yang penulis tawarkan dalam menyiapkan lulusan sarjana (S1) menuju generasi abad 21 yang siap pakai, cerdas dan terampil.

Dimana perlu diketahui juga oleh pembaca, paradigma pembelajaran abad 21 sudah bergeser tidak lagi mendewakan kecerdasan kognitif sebagai tujuan utama, namun justru keterampilan (soft skills).

Keterampilan yang dibutuhkan generasi abad ini adalah keterampilan berpikir kritis dalam pemecahan masalah, fasih dalam berkomunikasi, terampil dalam berkolaborasi serta kreatif dan inovatif dalam menuangkan gagasan cemerlang untuk menjawab tuntutan skills abad 21 saat ini.

Keterampilan (skills) sebagai bagian prinsipil penentu kesuksesan generasi abad 21 ternyata belum tergali secara maksimal.

Esensi utama implementasi model karir mahasiswa menggunakan sistem pakar yang dituangkan dalam model CPRES adalah dalam rangka membekali lulusan Pendidikan Tinggi generasi abad 21 ini dengan dapat menguasai, mengetahui dan mempelajari perencanaan dan pemilihan karir bidang keahlian sesuai dengan profil lulusan Prodi sebagai investasi masa depan.

Untuk mewujudkan hal tersebut maka peneliti dalam artikel ini menyampaikan hasil dari model CPRESS yang dapat diilustrasikan oleh Program Studi Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) dalam kurikulum sampai dengan Tugas Akhir yang sesuai bidang keahlian yang diambil mahasiswa atau calon lulusan agar dapat menjamin mutu lulusan Pendidikan Tinggi.

Penelitian dan pengembangan ini telah menghasilkan suatu model pengembangan karir mahasiswa menggunakan sistem pakar yang valid, praktis dan efektif bernama model Career Path Recomendation Expert System (Model CPRES).

Model CPRES untuk meningkatkan pengetahuan kompetensi mahasiswa di Perguruan Tinggi menggunakan indikatot-indikator Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) Program Studi yang terdiri dari unsur Standar Kompetensi Lulusan (SKL) yaitu:

(1) Sikap(afektif) merupakan perilaku benar dan berbudaya sebagai hasil dari internalisasi dan aktualisasi nilai dan norma yang tercermin dalam kehidupan spiritual dan sosial melalui proses pembelajaran, pengalaman kerja mahasiswa, penelitian dan/atau pengabdian kepada masyarakat yang terkait pembelajaran;

(2) Keterampilan Umum: kemampuan kerja umum yang wajib dimiliki oleh setiap lulusan dalam rangkap menjamin kesetaraan kemampuan lulusan sesuai tingkat program dan jenis Pendidikan Tinggi;

(3) Pengetahuaan (sesuai level KKNI) merupakan penguasaan konsep, teori, metode, dan/atau falsafah bidang ilmu tertentu secara sistematis yang diperoleh melalui penalaran proses pembelajaran, pengalaman kerja, mahasiswa penelitian dan/atau pengabdian kepada masyarakat yang terkait pembelajaran;

(4) Keterampilan Khusus sesuai level KKNI, kemampuan kerja khusus yang wajib dimiliki oleh setiap lulusan sesuai dengan bidang keilmuan program studi. Unsur sikap dan keterampilan umum diadopsi dari SN-Dikti sementara Pengetahuan dan keterampilan khusus dirumuskan oleh Prodi.

Pengembangan model karir mahasiswa menggunakan sistem pakar ini sudah melalui tahap-tahap prosedural yang didasarkan pada analisis-analisis kebutuhan sehingga diketahui masalah yang terdapat dalam penentuan jalur karir mahasiswa berdasarkan profil lulusan program studi.

Berdasarkan tahapan prosedural penelitian dan pengembangan yang sudah menghasilkan produk-produk yaitu model karir mahasiswa menggunakan sistem pakar, buku model, buku panduan model CPRES, model CPRES dan buku panduan penggunaan model CPRES.

Dikemukakan Nieveen (2012) bahwa kriteria kualitas produk terdiri dari Validity, practicality dan effectiveness. Ketiga kriteria tersebut diukur dari aspek idealnya produk yang telah dikembangkan, kemudian dirumuskan dengan instrumen penilaian (validitas, praktikalitas, dan efektifitas).

Produk-produk tersebut dalam penelitian ini yang telah lulus uji ahli dan validasi. Produk-produk tersebut merupakan hasil dari proses pengembangan model karir mahasiswa menggunakan sistem pakar yang telah teruji secara praktis dapat membantu mahasiswa dan dosen melakukan bimbingan konsultasi karir dengan mudah (praktis).

Produk-produk tersebut dapat dijadikan sebagai acuan untuk penelusuran karir/bidang keahlian mahasiswa sesuai profil lulusan Program Studi di Perguruan Tinggi.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, model CPRES yang dikembangkan beserta produk lain yang dihasilkan berupa buku panduan CPRES untuk mahasiswa dan dose dan sistem model CPRES dan instrumen penelitian adalah valid, praktis dan efektif.

Hasil penelitian ini juga mempunyai nilai kebaruan (novelty) dari kajian yang dilakukan secara sistematis dan empiris maka peneliti mengembangkan model karir mahasiswa menggunakan sistem pakar ini dengan mengelaborasi profil lulusan, CPL, matakuliah program studi dan peminatan, profesi yang terdapat dalam dokumen kurikulum program studi serta merujuk pada jenjang kualifikasi KKNI khususnya pada unsur pengetahuan dan keterampilan khusus/kerja,

Sedangkan unsur sikap dan keterampilan umum diambil dari SN-Dikti. Untuk profil lulusan program studi dan CPL dihubungkan dengan daftar okupasi dan SKKNI bidang ilmu masing-masing program studi.

Pencapaian indikator pengembangan model karir mahasiswa menggunakan sistem pakar, menggunakan komponen-komponen yaitu:

a. Profil lulusan yaitu: peran yang dapat dilakukan oleh lulusan di bidang keahlian atau bidang kerja tertentu setelah menyelesaikan studi.

Profil dapat ditetapkan berdasarkan hasil kajian terhadap kebutuhan pasar kerja yang dibutuhkan pemerintah dan dunia usaha maupun industri, serta kebutuhan dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Profil lulusan yang digunakan pada penelitian ini merupakan profil lulusan yang disusun kelompok program studi yang sejenis dan dosen dalam bidang keilmuan program studi, sehingga terjadi kesepakatan yang dapat diterima dan dijadikan rujukan secara nasional yang mana dapat di lihat pada daftar okupasi nasional berdasrkan KKNI.

Lulusan prodi untuk dapat menjalankan peran-peran yang dinyatakan dalam profil lulusan tersebut diperlukan kemampuan yang dinyatakan dalam rumusan CPL program studi.

b. Penetapan kemampuan yang diturunkan dari profil lulusan, dimana kemampuan lulusan harus mencakup empat unsur untuk menjadikan sebagai CPL yaitu: unsur sikap, keterampilan umum, keterampilan khusu dan pengetahuan seperti yang dinyatakan dalam SN-Dikti.

c. Merumuskan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) mengacu pada jenjang kualifikasi KKNI dan SN-Dikti. Unsur sikap mengacu pada SN-Dikti sebagai standar minimal, yang memungkinkan ditambahkan oleh program studi untuk memberi ciri lulusan perguruan tingginya.

Sedangkan unsur keterampilan khusus dan pengetahuan dirumuskan dengan mengacu pada deskriptor KKNI sesuai jenjang pendidikan, sebagai sampel yaitu menggunakan KKNN Level 6 untuk program sarjana (S1).

Butir CPL mengandung kemampuan (behavior/cognitif prosses) dan bahan kajisn (subject matter), bahkan dapat ditambah konteksnya (context) (Tyler, 2013) ( Anderson & Krathwohl, 2001).

d. Dalam matakuliah harus tergambar dipilih CPL yang pada setiap mata kuliah mengandung unsur pengetahuan, keterampilan, dan sikap.

Matakuliah yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan CPL sikap, keterampilan umum, keterampilan khusus, dan pengetahuan dengan bahan kajian untuk menjamin keterkaitannya.

Kebaruan Penelitian setiap mahasiswa dan dosen yang menggunakan Model Career Path Recomendation Expert System (CPRES) bisa memanfaatkan segala properti dari model CPRES untuk perencanaan dan pemilihan karir mahasiswa sehingga antara profil lulusan, CPL dalam mata kuliah dengan keahlian yang ingin dicapai mahasiswa sampai dapat menentukan tugas akhir yang sesuai dengan jalur karir atau keahlian yang diminati dan mempunyai kompetensi keahlian setelah lulus dari Perguruan Tinggi.

Indikator yang melakat pada model CPRES ini dapat diilustrasikan pada gambar dibawah (Framework Pengembangan Karir Menggunakan Sistem Pakar Terhadap Model CPRES)

 
Dapat dijelaskan bahwa model Career Path Recomendation Expert System (CPRES) terhadap model karir mahasiswa menggunakan sistem pakar merupakan proses bimbingan penentuan jalur karir /bidang keahlian mahasiswa untuk mendapatkan profesi sesuai profil lulusan program studi yang mampu menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi mahasiswa dengan cara berkolaborasi melalui tahapan-tahapan ilmiah,

sehingga dengan proses sharing information yang terjadi menjadi pengetahuan nyata bagi mahasiswa dan dosen dalam membentuk kompetensi baru bagi peserta didik didalam menghadapi dunia kerja dan industri serta dunia usaha pada era Revolusi 4.0 harus,

dalam rekomendasi jalur karir dari model CPRES berisi keterhubungan profil lulusan, profesi, kompetensi (CPL) dan Matakuliah yang mendukung profesi/karir mahasiswa yang tertera pada gambar diatas.

Model CPRES dapat mengurangi kesenjangan antara kompetensi lulusan pada Prodi dengan kompetensi lulusan dunia kerja. Mahasiswa dan dosen dapat saling memberikan masukan untuk saling berbagi informasi tentang kompetensi keahlian yang diiginkan di dunia kerja.

Sehingga Perguruan Tinggi dapat memperbaharui terus Capaian Pembelajaran Lulusan sesuai profil lulusan Prodi yang terdapat pada buku panduan kurikulum dengan menyelarasakan kompetensi/keahlian untuk merencana dan memilih jalur karir menggunakan model CPRES.

Dengan demikian diharapkan mahasiswa lulus dari Perguruan Tinggi siap untuk bekerja dan berkarir setelah menyelesaikan studinya. Secara tidak langsung, lulusan baru dari Perguruan Tinggi dapat diterima bekerja sesuai dengan bidang keahlian Progam Studi yang diambil.

Berdasarkan hasil penelitian ini, maka peneliti merekomendasikan bagi Kementerian Pendidikan Kebudayaan dan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemendikbud dan Kemenristek/BRIN) khususnya Direktorat Penjaminan Mutu Internal dan Perguruan Tinggi untuk menyusun kebijakan dalam bentuk pedoman terhadap upaya peningkatan mahasiswa terhadap pengetahuan jalur karir/keahlian lulusan Prodi dengan menerapkan CPL,

profil lulusan Prodi pada panduan kurikulum Perguruan Tinggi Agar mahasiswa dan dosen dapat berkontribusi lebih meningkatkan kompetensi keahlian sesuai dengan Prodi yang diambilnya, maka diharapkan Model CPRES dapat digunakan pada semua Prodi dan Pusat Pengembangan Karir di Perguruan Tinggi.

Penulis juga mengajak pembaca terutama para pendidik agar dapat memanfaatkan perkembangan teknologi sebagai solusi dan inovasi didalam menentukan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) yang dibebankan pada matakuliah yang diampu agar tujuan CPL direncanakan tercapai yang mampu melibatkan peran aktif peserta didik dalam proses pendidikan sehingga mahasiswa dapat lebih awal menentukan peminatan bidang keahlian Prodi yang diambilnya. (*)

______________________________

Artikel ini dituliskan berdasarkan hasil disertasi Dr (c) Yenny Denelita, S. Kom, M. Kom untuk penyelesaian Program Doktor (S3) pada Prodi Pendidikan Teknologi Kejuruan Pascasarjana Universitas Negeri Padang dan dinyatakan yang telah lulus pada ujian tertutup pada 27 Pebruari 2020 

Tim Promotor :

Prof. Dr. Kasman Rukun, M.Pd dan Co-Promotor Drs. Syahril, ST., MSCE., Ph.

Tim penguji :

Prof. Ganefri Ph.D (Rektor UNP), Dr. Fahmi Rizal, M.Pd., M.T (Dekan Fakultas Teknik), Prof Dr Kasman Rukun (Promotor dan Ketua Prodi S3 PTK), Prof. Dr. Wakhinuddin, M.Pd, Dr. Sukardi, M.T, Dr. Hansi Effendi , M. Kom dan Prof. Dr. Adrianto Ahmad, M.T (selaku Penguji Ekternal dari Universitas Riau).

Editor: rinalsagita
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved