Selama Masa Pandemi Covid-19, Angka Kehamilan Ibu di Kampar di Prediksi Naik, Ini Sebabnya

Angka kehamilan Ibu di keluarga masyarakat Kabupate Kampar selama masa pandemi Covid 19 di prediksi meningkat.

pixabay
Wanita Hamil 

TRIBUNPEKANBARU.COM, BANGKINANG - Angka kehamilan Ibu di keluarga masyarakat Kabupate Kampar selama masa pandemi Covid 19 di prediksi meningkat.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Kampar, Edy Afrizal, Jumat (29/5) mengatakan ditengah pandemi Covid 19 yang mengharuskan masyarakat tetap dirumah diprediksi terjadi peningkatan angka kehamilan ibu.

"Kita saat ini masih mendata terkait angka kehamilan tersebut, namun jika di prediksi akan mengalami peningkatan," ungkapnya.

Ia mengatakan peningkatan jumlah ibu yang hamil selama masa social distancing di prediksi kenaikannya tidak signifikan.

Dijelaskan peningkatan yang terjadi dikarenakan adanya kendala dalam pemasangan alat kontrasepsi jangka panjang seperti spiral dan lainnya.

Edy menuturkan pemasangan alat kontrasepsi jangka panjang ini membutuhkan tenaga medis, sementara dimasa social distancing masyarakat tetap harus menjaga diri dengan menjaga jarak.

Pemasangan alat kontrasepsi jangka panjang rentan terjadinya penularan virus.

Ia berharap peningkatan angka kehamilan tidak terjadi signifikan.

"Menurutnya ditengah masa pandemi Covid 19, DPPKBP3A secara berkala terus melakukan sosialisasi tentang keluarga dan tentunya sosialisasi tentang perencanaan memiliki anak," ungkapnya.

Salah satu program ditengah pandemi Covid 19 yang digalakkan DPPKBP3A yakni program 10 Aksi Gerakan Bersama Jaga Keluarga Kita (Berjarak).

Dalam program ini secara intensif pemerintah mensosialisasikan ke masyarakat tentang upaya apa yang bisa dilakukan keluarga dalam menghindari penyebaran Covid 19.

Aksi yang dianjurkan tersebut yakni anggota keluarga memastikan keluarga tetap dirumah, pastikan hak keluarga terpenuhi selama dirumah, pastikan alat pelindung diri tersedia, menjaga kebersihan keluarga, membuat tanda peringatan menjaga kesehatan dan kebersihan dirumah.

Lalu memperhatikan jarak aman 1 - 1,5 meter setiap anggota keluarga berktifitas keluar, memastikan kebersihan dan kesehatan orang dan barang yang keluar masuk ke dan dari rumah, menyebarkan informasi yang benar, aktif di media komunikasi warga dan berikutnya relawan dari program mengaktifkan rumah rujukan di desa, kecamatan.

Jalannya 10 aksi ini dipantau langsung oleh Relawan program Berjarak yang dibentuk untuj mengawasi 10 hingga 20 kepala keluarga.

Penulis: Ikhwanul Rubby
Editor: M Iqbal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved