Breaking News:

Tak Percaya Corona, Warga Ngamuk dan Usir Petugas Medis yang Mau Jemput PDP yang Kabur dari RS

Viral di media sosial sebuah video yang memperlihatkan sejumlah warga mengamuk dan mencoba menghadang petugas medis.

Editor: Muhammad Ridho
Istimewa
foto ilustrasi - Tim medis dan aparat Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Pelalawan menjemput warga yang dinyatakan positif corona di Kecamatan Ukui dan Langgam, Sabtub(9/5/2020). 

AT sebelumnya dijemput keluarga di rumah sakit dengan mobil dan dibawa pulang ke kampung halaman secara diam-diam.

Keluarga merasa penanganan AT sebagai PDP di rumah sakit tersebut tidak dilakukan dengan baik.

TRIBUNPEKANBARU.COM - Viral di media sosial sebuah video yang memperlihatkan sejumlah warga mengamuk dan mencoba menghadang petugas medis.

Video viral dibagikan grup Facebook Amboina Feature dengan membuat keterangan “Jemput pasien tim medis diusir warga kenapa masyarakat sudah tidak percaya dengan viros corona".

Dalam video berdurasi 2,8 menit itu, tampak puluhan warga mengepung ambulans dan berdebat dengan petugas.

Warga juga terlihat marah kemudian membentak, mendorong, dan mengusir petugas yang mengenakan alat pelindung diri (APD) saat mencoba memberi penjelasan.

“Woe woe, bale bale (balik), di sini seng ada corona,” teriak warga dalam video tersebut.

Dalam waktu enam jam setelah diunggah, video itu telah dibagikan lebih dari 950 kali dan direspons 600 akun di kolom komentar.

Dari penelusuran Kompas.com, pengusiran tenaga medis dan tim gugus tugas Covid-19 itu terjadi di Desa Tamilouw, Kecamatan Amahai, Kabupaten Maluku Tengah, Jumat (29/5/2020) sore.

Aksi bermula saat petugas hendak membawa kembali seorang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) berinisial AT (42) yang kabur dari RSUD Masohi.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved