Bukan Lagi Sebagai Lauk! China Akhirnya Golongkan Anjing Sebagai Hewan Peliharaan

Dalam panduan yang dirilis kementerian pertanian, terdapat beberapa hewan yang diklasifikasan sebagai ternak maupun hewan yang bisa dikonsumsi.

pexels.com
Anjing dikenal memiliki kecerdasan dan bisa dilatih 

TRIBUNPEKANBARU.COM - China melalui kementerian pertanian akhirnya memasukan anjing dalam golongan hewan peliharaan dalam panduan baru mereka.

Dengan demikian, anjing tak lagi sebagai bahan lauk atau makanan di negri Tirai Bambu itu.

Langkah tersebut muncul beberapa pekan sebelum festival daging anjing yang kontroversial di Yulin, region Guangxi di kawasan selatan.

Dalam panduan yang dirilis kementerian pertanian, terdapat beberapa hewan yang diklasifikasan sebagai ternak maupun hewan yang bisa dikonsumsi.

Di antaranya adalah 17 binatang ternak tradisisional, seperti sapi, babi, unggas, kelinci, dan unta. Kemudian ada 16 "spesies khusus".

Mereka yang masuk ke dalam daftar itu adalah rusa, alpaca, burung, burung unta, dan rubah, seperti diberitakan SCMP Sabtu (30/5/2020).

Maru, anjing jenis Bullmastiff berusia setahun, ketika ditemukan berjalan 200 km setelah dibuang oleh majikannya di Siberia, Rusia.
Anjing hewan peliharaan paling setia (Siberian Times/Darya Stulinskaya via Daily Mirror))

Spesies yang masuk dalam daftar sesuai dengan Undang-undang Peternakan, yang mengizinkan hewan untuk diambil daging maupun bulunya.

Dalam keterangan si situs resminya, kementerian menjelaskan bahwa mereka masih menunggu respons publik terkait daftar hewan yang boleh dimakan.

Namun, kementerian menerangkan bahwa sebagian besar publik setuju bahwa anjing harus dihilangkan dari daftar binatang yang boleh diperjualbelikan dagingnya.

Dalam penjelasannya, pada zaman dahulu hewan itu dijadikan penjaga rumah, membantu manusia ketika berburu maupun menggembala terna.

Halaman
123
Editor: Guruh Budi Wibowo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved