New Normal di Riau
Bupati Siak Rencanakan Sistem Shift di Sekolah Dalam Suasana New Normal
Skema ini harus kita rancang, untuk mencegah penularan virus Corona di Siak. Kita harus belajar dengan tatanan baru, karena kita tidak mungkin berdiam
Penulis: Mayonal Putra | Editor: Nolpitos Hendri
TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Bupati Siak Alfedri merancang skema untuk pendidikan di Kabupaten Siak.
Ada rencana sistem sif untuk mengurangi jumlah siswa di kelas dalam satu pertemuan proses belajar mengajar.
"Sistem ini kita buat dua sif, masuk pagi pulang siang dan masuk siang pulang sore. Ini salah satu alternatif untuk menerapkan pshycal distancing di sekolah," kata Bupati Siak Alfedri, Senin (1/6/2020).
Selain itu, pihaknya juga merancang pembelajaran berbasis online.
Pola pebelajaran berbasis online tidak bisa dihilangkan karena diprediksi akan menjadi pola yang bermanfaat serta alternatif lainnya di masa depan.
"Skema ini harus kita rancang, untuk mencegah penularan virus Corona di Siak. Kita harus belajar dengan tatanan baru, karena kita tidak mungkin berdiam diri terus. Pendidikan anak-anak kita harus tetap dilanjutkan dengan pola-pola baru, yang sesuai dengan protokol kesehatan," kata Alfedri.
Ia lanjutkan, masing-masing sekolah harus dilengkapi dengan fasilitas cuci tangan.
Efektivitas satu tempat cuci tangan akan diperhitungkan untuk sejumlah siswa, agar tidak terjadi antrean panjang saat siswa mencuci tangan.
Di sekolah juga harus tersedia alat ukur suhu tubuh atau thermo gun.
Guru akan menggunakan alat itu setiap hari.
Bila ada anak dengan suhu tubuh di atas 38 derajat celcius maka diberikan perlakuan untuk pemeriksaan lebih jauh.
"Bisa dirapid tes, apakah nanti reaktif atau tidak. Apakah anak itu demam biasa apa memang ada gejala Covid 19, semuanya ini harus ada kajian demi pencegahan yang disiplin," kata dia.
Siswa dan tenaga kependidikan juga diwajibkan memakai masker.
Masker menjadi pakaian tambahan yang wajib dipakai.
"Kita menerapkannya di sekolah yang berada dalam kewenangan Pemkab, yakni SD dan SMP sederajat. Sebab SMA sederajat merupakan kewenangan provinsi," kata dia.
Namun demikian, ia belum dapat memastikan jadwal kegiatan belajar mengajar di sekolah.
Alasanya masih menunggu keputusan kementrian pendidikan dan kebudayaan.
"Kita siap-siap saja terlebih dahulu. Begitu new normal diterapkan kita sudah siap menghadapinya," kata dia.
New Normal di Riau - Tribunpekanbaru.com / Mayonal Putra.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/new-normal-tunggu-petunjuk-pemerintah-pusat-psbb-di-bengkalis-tidak-diperpanjang.jpg)