Breaking News:

Karena Mendukung Jokowi, Yunarto Wijaya Diancam Dibunuh Hingga Alami Kecelakaan, Begini Curhatannya

Yunarto Wijaya sempat mengalami kecelakaan tunggal di tengah ancaman pembunuhan, karena mendukung Joko Widodo

Editor: Muhammad Ridho
nasional.kompas.com
Yunarto Wijaya 

Yunarto Wijaya mengaku, ia telah dijaga sejumlah personil anti teror sejak 1 Mei 2019 lalu.

Di tengah ancaman pembunuhan itu, Yunarto Wijaya menjelaskan sempat alami kecelakaan tunggal meski telah dijaga pihak kepolisian.

TRIBUNPEKANBARU.COM -  Teror Pembunuhan pernah Dirasakan Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya

Yunarto Wijaya, menceritakan tentang teror ancaman pembunuhan yang pernah dialaminya.

Bahan ia mengklaim sempat mengalami kecelakaan tunggal  di tengah ancaman pembunuhan, karena mendukung Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 2019.

Presiden Joko Widodo
Presiden Joko Widodo (TRIBUNNEWS/BIRO PERS)

Yunarto Wijaya mengaku, cerita kecelakaan tunggal di tengah ancaman pembunuhan itu belum pernah diungkapnya kepada publik.

Yunarto menjelaskan, kecelakaan tunggal yang dialaminya itu membuat kerabat berpikir jika hal tersebut berhubungan dengan ancaman pembunuhan.

s
photocollage/wartakotalive.com/tribunnews.com

Pimpinan lembaga survei Charta Politika Yunarto Wijaya menjadi salah satu target pembunuhan selain empat orang jenderal/tokoh nasional. Empat tokoh nasional itu adalah Luhut B Pandjaitan, Wiranto, Goris Merre, dan Budi Gunawan. 

Hal itu diungkapkan Yunarto Wijaya saat menjadi narasumber di kanal YouTube Robert Harianto dilansir TribunJakarta.com pada Minggu (31/5/2020).

Yunarto Wijaya mulanya menjelaskan, sang istri dan anak sempat menjadi sasaran bully akibat tindakannya.

"2014 sudah mulai, 2017 lebih jauh kacau dan 2019 itu puncaknya sampai gue diancam bunuh. Sebenarnya tak cuma sebatas yang dikeluarkan berita, ini gue belum pernah ngomong sebelumnya," aku Yunarto Wijaya.

Yunarto Wijaya mengaku, ia telah dijaga sejumlah personil anti teror sejak 1 Mei 2019 lalu.

"Gue baru tahu sendiri cerita detail gue pengen dibunuh pada 23 Mei, setelah pelaku kerusuhan 20 - 21 Mei ditangkap. Gue baru tahu seserius itu, tadinya pihak Polri terbukanya hanya setengah," imbuh Yunarto Wijaya.

Di tengah ancaman pembunuhan itu, Yunarto Wijaya menjelaskan sempat alami kecelakaan tunggal meski telah dijaga pihak kepolisian.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved