TERKUAK Cara Licik China Kuasai Ruang Udara Laut China Selatan, Ternyata Pernah Diprotes Jepang

Tak hanya merajalela di perairan Laut China Selatan, China juga merencana menguasai ruang udara Laut China Selatan

nicexams.com
China akan membangun 7 pangkalan militer di Laut China Selatan 

Rencana ADIZ China ini sudah diketahui Kementerian Pertahanan Taiwan (Ministry of National Defense/MND) pada 4 Mei 2020 dalam rapat bersama Parlemen Taiwan.

TRIBUNPEKANBARU.COM - Tak hanya merajalela di perairan Laut China Selatan, China juga merencana menguasai ruang udara Laut China Selatan dengan menerapkan  (air defence identification zone/ADIZ).

Padahal penerapan air defence identification zone (ADIZ) di atas daratan atau perairan biasanya hanya bisa dilakukan jika tidak ada sengketa dengan negara lain.

Meski banyak negara menerapkannya, ADIZ tidak didefinisikan atau diatur oleh perjanjian atau badan internasional mana pun.

Jika ADIZ diterapkan maka semua pesawat sipil yang melintas harus mengidentifikasi diri dan mengumumkan lokasi mereka pada otoritas China.

Sekadar diketahui China mengklaim perairan Laut China Selatan dengan penerapan dash nine line, yang tumpang tindih dengan ZEE negara Asia Tenggara termasuk Laut Natuna Utara milik Indonesia.

Dengan dash nine line, China mengklaim laut sejauh 1.000 mil dari pantai paling selatan China.

Sebenarnya penerapan zona identifikasi pertahanan udara (ADIZ) di Laut China Selatan sudah direncanakan sejak 2010 bersamaan dengan ADIZ di Laut China Timur, yang memicu protes dari Jepang.

ADIZ China di Laut China Selatan diusulkan meliputi rantai pulau Pratas (saat ini dikuasai Taiwan), Paracel, dan Spratly di jalur air yang disengketakan, menurut sumber dari Tentara Pembebasan Rakyat/PLA yang dilansir South China Morning Post.

Halaman
1234
Editor: Muhammad Ridho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved