Duh! Gaji Pekerja Bakal Dipotong Lagi, Dipungut untuk Iuran Tapera, Jokowi Sudah Teken Regulasinya

Tapera merupakan sistem pembiayaan perumahan dengan cara menghimpun dana jangka panjang.

Biro Satpres
Presiden Jokowi 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Gaji pekerja kembali bakal dipotong untuk membatar iuran. 

Setelah diharuskan membayar iuran BPJS, gaji pekerja bakal dipotong untuk iuran Tabungan Perumahan Rakyat atau Tapera.

Beroperasinya Tapera sebagaimana diatur Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2016 tentang Tapera.

Kebijakan ini digembar-gemborkan sebagai solusi pembiayaan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Tapera merupakan sistem pembiayaan perumahan dengan cara menghimpun dana jangka panjang.

Pada 20 Mei lalu, Jokowi telah meneken Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 25 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Tabungan Perumahan Rakyat.

PP tersebut jadi payung hukum penyelenggaraan pungutan iuran yang akan dilakukan oleh Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) dalam waktu dekat.

Dalam PP tersebut, BP Tapera akan memungut sekaligus mengelola dana untuk perumahan bagi PNS, prajurit TNI dan Polri, pekerja di perusahaan BUMN dan BUMD, dan perusahaan swasta.

"Besaran Simpanan Peserta ditetapkan sebesar 3 persen (tiga persen) dari gaji atau upah untuk peserta pekerja dan peserta pekerja mandiri," bunyi Pasal 15 PP tersebut dikutip pada Selasa (2/6/2020).

Untuk iuran Tapera sebesar 3 persen tersebut, sebanyak 0,5 persen ditanggung oleh pemberi kerja dan sisanya sebesar 2,5 persen ditanggung oleh pekerja (gaji dipotong untuk iuran Tapera).

Halaman
123
Editor: Guruh Budi Wibowo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved