Penerapan New Normal di Riau

New Normal di Riau, Gubri: Patuhi Protokol Kesehatan, Nuzelly: Persulit Surat Keterangan Hasil Swab

Kita mempersulit agar tidak terjadi keluar masuk orang di Riau selama masa kritis ini, intinya sangat terpaksa baru berangkat ke Jakarta

Tribun Pekanbaru/Ilustrasi/Nolpitos Hendri
New Normal di Riau, Gubri: Patuhi Protokol Kesehatan, Nuzelly: Persulit Surat Keterangan Hasil Swab 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Gubernur Riau (Gubri), Syamsuar mengingatkan masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan menuju tatanan hidup baru atau new normal.

Pesan tersebut disampaikan Gubri dalam rangka mencegah penularan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di Kota Pekanbaru, mengingat Pekanbaru masih zona kuning penularan virus berbahaya itu.

"Di Riau yang masih zona hijau itu hanya dua kabupaten yakni Rohil dan Kuansing, sementara Pekanbaru zona kuning. Kalau zona hijau dikategori tidak terdampak, sedangkan kuning dan merah masih terdampak. Makanya upaya seperti ini harus dilakukan terus menerus agar Pekanbaru dari zona kuning menurun ke hijau," kata Gubri, Selasa (2/6/2020).

Untuk menuju zona hijau, lanjut Gubri, maka Pemko Pekanbaru harus melakukan upaya kewaspadaan dan masyarakat harus disiplin disiplin mematuhi protokol kesehatan.

"New Normal bukan berarti kita bisa beraktivitas bebas seperti dulu, tapi kita harus menyesuaikan dengan kondisi Covid-19. Artinya masyarakat harus memakai masker, mengatur jarak, mengindari kerumunan dan bersentuhan langsung dengan orang. Kemudian selalu mencuci tangan," katanya.    

Lebih lanjut Gubri menjelaskan, dengan new norml protokol kesehatan harus menjadi perhatian semua masyarakat.

Misalnya kantor camat harus menyediakan alat protokol kesehatan seperti tempat cuci tangan, hand sanitizer dan alat pengukur suhu badan.

"Masuk rumah ibadah seperti masjid, gereja dan lainnya juga harus ada pengukur suhu. Kalau suhu badan diatas 38 derejat tidak boleh masuk, lebih baik teman kita bawa ke rumah sakit untuk segera mendapat pelayanan. Jadi seperti itu sekarang, tapi seperti yang dulu," ujarnya.

Syamsuar mengatakan, berdasarkan hasil epidimologi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pemerintah Pusat mengungkapkan bahwa saat ini Provinsi Riau telah mengalami penurunan angka reproduksi (R0) Covid-19 di bawah angka satu yaitu 0,88.

"Hasil indikator di bawah satu ini menunjukkan terjadinya penurunan transmisi lokal penyebaran Covid-19 di Provinsi Riau," katanya.

Halaman
1234
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved