Penerapan New Normal di Riau

Skema New Normal di Rohul Masih Perlu Sosialisasi

"Jadi, skema New Normal ini masih bersifat khusus. Kami perlu melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak salah paham," ungkapnya.

Tribun Pekanbaru/Ilustrasi/Nolpitos Hendri
Skema New Normal di Rohul Masih Perlu Sosialisasi 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PASIRPANGARAIAN - Juru Bicara Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Rokan Hulu Yusmar mengatakan, perlu pelaksanaan sosialisasi lebih lanjut terkait pemberlakuan skema New Normal di Rokan Hulu.

Hal ini dia utarakan seusai rapat koordinasi lintas sektoral di Rokan Hulu pada Selasa (2/6) sore.

Yusmar menerangkan, sosialisasi diperlukan untuk mematangkan pemahaman masyarakat terkait pemberlakuan skema tersebut.

"Jadi, skema New Normal ini masih bersifat khusus. Kami perlu melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak salah paham," ungkapnya.

Bukan tanpa alasan, dia tak ingin masyarakat memahami skema New Normal dengan anggapan bahwa kondisi saat ini bebas corona.

Padahal, pelaksanaan skema tersebut tidak terlepas dari batasan-batasan sebagaimana diatur oleh protokol kesehatan Covid-19 oleh pemerintah pusat.

"Makanya disebut dengan Skema New Normal Terbatas. Artinya, masih ada batasan-batasan yang harus dilakukan oleh masyarakat sebagaimana dijelaskan oleh protokol kesehatan," ungkapnya.

Terkait persoalan lain, dalam rapat tersebut juga membahas masalah kesiapan pengaktifan kembali lima posko kesehatan perbatasan.

Salah satunya, adalah di Simpang TB Kecamatan Tandun yang pada rakor sebelumnya sudah di nonaktifkan oleh Pemkab Rokan Hulu.

"Selain di Simpang TB, beberapa posko lain seperti di Tambusai ada dua, Bangun Purba dan Rokan IV Koto akan kembali aktif," jelasnya.

Halaman
1234
Penulis: Syahrul
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved