Breaking News:

Berita Riau

Warga Desa Tanah Merah Datangi DPRD Kampar Riau Sampaikan Keluhan, Apa Saja Keluhannya?

Tokoh masyarakat Desa Tanah Merah, Karyani dalam pertemuan tersebut menyampaikan sejumlah poin yang menjadi keluhan masyarakat

Penulis: Ikhwanul Rubby | Editor: Nurul Qomariah
TRIBUNPEKANBARU/IKHWANUL RUBBY
Perwakilan warga Desa Tanah Merah menyerahkan laporan dugaan mark up anggaran di desa mereka pada DPRD Kampar, Selasa (2/6/2020). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, BANGKINANG - Sejumlah warga Desa Tanah Merah mendatangi kantor DPRD Kabupaten Kampar Riau, Selasa (2/6/2020).

Kedatangan masyarakat ini untuk melaporkan keluh kesah mereka terkait pemerintahan desa.

Ada sekitar puluhan orang yang terdiri dari masyarakat, tokoh masyarakat dan pejabat RT/RW hadir.

Kedatangan rombongan masyarakat ini disambut langsung oleh Ketua DPRD Kampar, Faisal dan Wakil Ketua DPRD Kampar dari Fraksi Demokrat, Toni Hidayat di ruangan Banggar DPRD Kampar.

Tekanan di Leher Putus Aliran Darah ke Otak, Hasil Otopsi Kematian George Floyd: Pembunuhan

BOLA LOKAL- Keputusan PSSI Kemungkinan Liga 2 Dilanjutkan Tanpa Penonton

Niat Tulus Sama Pahalanya dengan Berangkat Langsung, MUI Riau Minta Jemaah yang Batal Haji Bersabar

Tokoh masyarakat Desa Tanah Merah, Karyani dalam pertemuan tersebut menyampaikan sejumlah poin yang menjadi keluhan masyarakat.

Karyani menyampaikan masyarakat tidak mempercayai pemerintah Desa Tanah Merah yang sekarang.

Penyebabnya, karena warga melihat banyak temuan penyelewengan dilakukan oleh pemerintah desa.

Di antara penyelewengan yang menjadi keluhan warga adalah terkait adanya mark up anggaran pada laporan ke Inspektorat proyek normalisasi di desa.

"Pada proyek tersebut diketahui masyarakat anggaran yang dianggarkan sebesar Rp 13 juta, di mana tiada pembelian bahan dilakukan dilaporkan ke Inspektorat menghabiskan anggaran sebesar Rp 67 juta," jelasnya.

Karyani menuturkan, terkait proyek tersebut pelaksanaannya dikerjakan oleh 100 orang warga desa.

Selain itu, masyarakat mengaku juga menemukan adanya pemerintah desa membuat surat pertanggungjawaban kehilangan bahan baku semen sebanyak 100 sak yang pada kenyataannya tidak ada kehilangan.

Karyani mengatakan terkait dengan permasalahan ini masyarakat minta ada tanggapan pemerintah.

Menanggapi laporan tersebut, Ketua DPRD Kampar, Faisal didampingi Wakil Ketua DPRD Kampar,Toni Hidayat mengatakan menampung apa yang menjadi aspirasi masyarakat.

Toni mengatakan nanti ini laporan masyarakat akan diteruskan komisi yang bersangkutan yakni Komisi 1 DPRD Kampar.

"Setelah itu kita akan tindak lanjuti memanggil para pihak bersangkutan seperti kepala desa, camat dan Organisasi Perangkat Daerah," ungkapnya.

Terkait permasalahan ini juga masyarakat melaporkannya ke Kejaksaan Negeri Kampar untuk ditindaklanjuti.

( Tribunpekanbaru.com / Ikhwanul Rubby )

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved