Breaking News:

Haji 2020 Ditunda

Biro Travel dan Umroh Terima dengan Lapang Dada Soal Pembatalan Haji Tahun Ini

Kalau tetap dipaksakan berangkat, biaya akan semakin bertambah, karena ada syarat lainnya seperti untuk tes swab atau rapid yang harus dipenuhi

Penulis: Alex | Editor: Nolpitos Hendri
Photo by Haydan As-soendawy from Pexels
Biro Travel dan Umroh Terima dengan Lapang Dada Soal Pembatalan Haji Tahun Ini. Foto: Ummat Islam sedang melaksanakan tawaf di kakbah Masjidil Haram. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Walau pembatalan keberangkatan haji tahunan membuat pihak travel dan umroh semakin terpuruk, namun para agen travel dan umroh tetap legowo atas kebijakan itu, demi keselamatan para jamaah dan menghentikan penularan Covid-19.

Salah satu agen travel dan umroh di Pekanbaru, PT Cahaya Hati Wisata Religi misalnya, menyatakan menerima keputusan tersebut, walau harus kehilangan pendapatan pada tahun ini, tambah lagi pembatalan-pembatalan keberangkatan lainnya.

Direktur Utama PT Cahaya Hati Wisata Religi, H Oktri MSSE mengatakan, pihaknya mengikuti keputusan Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) tersebut.

"Mungkin ini adalah langkah yang tepat diambil oleh pemerintah. Namun bagaimanapun kami dukung kebijakan ini, karena ini juga demi keselamatan jamaah kita," kata H Oktri kepada Tribun, Rabu (3/6/2020).

Jika misalnya tetap dipaksakan dengan kondisi saat ini, menurut Oktri, selain kesehatan yang terancam, jamaah haji juga akan menanggung biaya yang lebih besar daripada seharusnya, karena ada beberapa syarat tambahan lainnya yang juga harus dipenuhi.

"Kalau tetap dipaksakan berangkat, biaya akan semakin bertambah, karena ada syarat lainnya seperti untuk tes swab atau rapid yang harus dipenuhi. Kalau sebelumnya kan hanya meningitis untuk kesehatan," ujarnya.

Kalaupun tetap diberangkatkan, dikatakan Oktri jamaah juga tidak bisa maksimal melaksanakan ibadah, dan hanya akan menghabiskan waktu untu karantina.

"Yang pastinya sampai Madinah harus karantina dulu 14 hari, kemudian berangkat ke Mekkah sudah keadaan arafah, waktunya nggak pas. Nanti pulang karantina lagi. Lebih banyak waktu habis untuk karantina, tidak maksimal ibadahnya," ulasnya.

Selain itu, biaya penerbangan juga akan bertambah di tengah pandemi ini, karena maskapai membatasi jumlah penumpang, sehingga isi pesawat hanya separuh dari biasanya.

Hal ini bisa membuat harga tiket menjadi mahal.

"Oleh karena itu, kami mendukung langkah pembatalan haji tahun ini, jadi jamaah haji tahun 2020 bisa diberangkatkan tahun depan. Dari kami di Cahaya Hati ada 15 jamaah haji furoda yang seharusnya berangkat tahun ini," tuturnya.

Namun demikian, dikatakan Otri, pihaknya mengambil hikmah dari kondisi saat ini.

Ia berharap agar kondisi ini agar segera pulih kembali dan aktivitas bisa kembali seperti semula.

Haji 2020 Ditunda - Tribunpekanbaru.com / Alexander.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved