Dua Negara Ini Akan Masuk Masa New Normal Picu Kenakan Harga TBS Sawit Riau

Kenaikan tertinggi periode 3 - 9 Juni 2020 dialami kelompok umur 10 - 20 tahun sebesar Rp 33,90 per kilogramnya.

Tribun Pekanbaru/Doddy Vladimir
Petani sedang memanen buah sawit dikawasan Jalan Parit Indah Kecamatan Bukit Raya, Pekanbaru, Rabu (15/1/2020). (www.tribunpekanbaru.com/Doddy Vladimir) 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU  - Harga Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit Riau saat pandemi Covid 19 ini terus merangkak naik disemua kelompok umur.

Kenaikan harga TBS itu diantaranya disebabkan Indonesia dan India akan memasuki masa kenormalan baru atau new normal.

Kenaikan tertinggi periode 3 - 9 Juni 2020 dialami kelompok umur 10 - 20 tahun sebesar Rp 33,90 per kilogramnya.

Kabid Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Riau Defris Hatmaja SP MSi mengatakan kenaikan harga TBS untuk kelompok umur 10-20 tahun itu mencapai sekitar 2,38 persen dari pekan lalu.

"Atas kenaikan itu harga TBS periode ini menjadi Rp 1.455, 61 per Kilogram (Kg). Naiknya harga TBS periode ini disebabkan oleh faktor internal dan faktor eksternal," ujar Defris Hatmaja kepada Tribun, Rabu (3/6)

Untuk faktor internal jelas Defria kenaikan harga TBS Riau disebabkan oleh terjadinya kenaikan harga jual CPO dan kernel dari seluruh perusahaan yang menjadi sumber data.

"Tercatat rata-rata kenaikan harga jual CPO mencapai Rp 174,05 dan mencapai Rp 100,00 untuk kernel," ucapnya.

Sedangkan untuk harga jual CPO, PTPN V mengalami kenaikan sebesar Rp 238,57/Kg, Sinar Mas Group mengalami kenaikan harga sebesar Rp 61,00/Kg, Astra Agro Lestari Group mengalami kenaikan harga sebesar Rp 134,00/Kg, Asian Agri Group mengalami kenaikan harga sebesar Rp 163,00/Kg, dan PT. Citra Riau Sarana mengalami kenaikan sebesar Rp 163,00/Kg dari harga minggu lalu.

Selanjutnya untuk harga jual kernel, Astra Agro Lestari Group mengalami kenaikan sebesar Rp 177,27/Kg, Asian Agri Group memiliki harga jual yang sama dengan minggu lalu sebesar Rp 3.998,00, dan PT. Citra Riau Sarana mengalami kenaikan sebesar Rp 123,61/Kg dari harga minggu lalu.

Sementara itu tambah Defris, untuk faktor eksternal kenaikan harga TBS ditopang oleh mulai meningkatnya permintaan, yaitu permintaan dalam negeri Indonesia sendiri dan permintaan dari India. "Kedua negara ini akan segera memasuki masa kenormalan baru (new normal) setelah berbulan-bulan menerapkan pembatasan sosial (social dictancing) dan karantina wilayah (lockdown)," ungkap Defris.

Halaman
123
Penulis: Rino Syahril
Editor: Sesri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved