New Normal di Pekanbaru

Harus Ada Surat Keterangan Bebas Covid-19, Syarat Rumah Ibadah yang Boleh Dibuka

Protokol kesehatan wajib dipenuhi untuk memastikan tidak terjadi penularan Covid-19 saat tempat ibadah diputuskan kembali dibuka

Tribunpekanbaru.com/Dodi Vladimir
Umat muslim sedang berdoa usai melaksanakan ibadah sholat di masjid yang berada di Jalan Rambutan, Pekanbaru, Kamis (28/5). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Kepala Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Riau mengatakan, pembukaan tempat ibadah selama masa pandemi Covid-19 pasca berakhirnya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan masuknya fase tatanan kehidupan baru atau new normal harus dilakukan dengan lebih selektif.

Protokol kesehatan wajib dipenuhi untuk memastikan tidak terjadi penularan Covid-19 saat tempat ibadah diputuskan kembali dibuka.

Mahyudin menjelaskan tempat ibadah seperti masjid, gereja, pura, vihara dan tempat ibadah lainnya harus punya surat keterangan bebas Covid-19 yang dikeluarkan oleh masing-masing dari ketua gugus tugas provinsi/kabupaten/kota/kecamatan yang disesuaikan dengan tingkat rumah ibadahnya. Baik itu tingkat provinsi, kabupaten/kota dan kecamatan.

"Surat keterangannya dikeluarkan oleh masing-masing ketua gugus tugas. Baik tingkat provinsi, kabupaten/kota, dan tingkat kecamatan," katanya, Rabu (3/6/2020).

Mahyudin mencontohkan, Masjid Raya An-Nur Provinsi Riau misalnya, berarti surat keterangan bebas Covid-nya dikeluarkan oleh ketua gugus tugas tingkat provinsi.

Atau Masjid Agung Ar Rahman Pekanbaru misalnya, berarti dikeluarkan gugus tugas tingkat Kota Pekanbaru.

Begitu seterusnya, masjid-masjid lain tingkat kecamatan berarti yang mengeluarkan ketua gugus tugas kecamatan.

"Surat keterangan saja bahwa di daerah itu bebas Covid-19. Surat keterangan rumah ibadah aman Covid-19 dari ketua gugus tugas provinsi/kabupaten/kota/kecamatan sesuai tingkatan rumah ibadah dimaksud," kata dia.

Mahyudin menegaskan, surat keterangan akan dicabut jika pada kemudian hari ditemukan kasus penularan Covid-19 di lingkungan sekitar rumah ibadah.

"Ini hanya bersifat surat keterangan saja. Tidak ada sanksi, tapi kami mengimbau agar masing-masing tempat ibadah bisa mengurus surat keterangan bebas Covid-19 tersebut. Kami imbau kalau bisa semua tempat ibadah bisa mengurus surat keterangan itu," ujarnya.

Mahyudin mengimbau agar tempat ibadah menerapkan protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah melalui Surat Edaran No 15/2020 Tentang Kegiatan Keagamaan di Rumah Ibadah.

(TribunPekanbaru/Syaiful Misgiono)

Penulis: Syaiful Misgio
Editor: Sesri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved