Berita Riau

Mantan Dirut PT PER Jadi Tersangka Keempat Kasus Dugaan Korupsi dengan Kerugian Rp 1,2 Miliar

Jaksa Bidang Pidsus Kejari Pekanbaru sudah menetapkan 1 tersangka baru kasus dugaan korupsi di PT Permodalan Ekonomi Rakyat (PER)

Internet
Ilustrasi 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU  - Setelah melakukan serangkaian penyidikan dalam pengembangan kasus dugaan korupsi di PT Permodalan Ekonomi Rakyat (PER), Jaksa Bidang Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Pekanbaru sudah menetapkan 1 tersangka baru.

Dia adalah Irhas Pradinata Yusuf, mantan Direktur Utama (Dirut) PT PER periode 2011-2015.

Irhas merupakan tersangka keempat dalam perkara dugaan rasuah berupa penyimpangan kredit yang menimbulkan kerugian negara senilai Rp1,2 miliar lebih itu.

Irhas pun akan menyusul 3 orang lainnya selaku pesakitan, dimana mereka sudah lebih dulu ditetapkan tersangka dan kini proses peradilan sedang berjalan.

Tiga tersangka sebelumnya, yaitu Irfan Helmi, selaku mantan Pimpinan Desk PMK PT PER, Rahmawati, selaku Analisis Pemasaran PT PER, dan Irawan Saryono, Ketua salah satu Kelompok Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang menerima dana kredit dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Riau itu. 

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Pekanbaru, Yuriza Antoni, saat dikonfirmasi membenarkan tentang adanya penetapan satu tersangka baru itu.

Dia menyatakan, dalam proses penyidikan lanjutan ini, sebelumnya pihaknya telah melakukan gelar perkara.

"Sudah, sudah gelar perkara. Tersangkanya sudah ada. Mantan salah satu petinggi di sana (PT PER). Inisialnya IPY," sebut Yuriza, Rabu (3/6/2020).

Lanjut Kasi Pidsus, pihaknya telah menerbitkan surat penetapan tersangka. Surat itu telah ditandatangani oleh Kepala Kejari (Kajari) Pekanbaru, Andi Suharlis.

"Hari ini ditandatangani Pak Kajari," paparnya.

Halaman
12
Penulis: Rizky Armanda
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved