Video Berita

Video: Massa Tak Percaya Meninggal Karena Covid-19, Pihak RS Pancaran Kasih Lakukan Protap Covid-19

Menurut warga belum ada kepastian jenazah meninggal karena covid-19 warga juga menuding pihak rumah sakit menyogok keluarga jenazah.

TRIBUNPEKANBARU.COM- Massa marah dan mengamuk di Rumah Sakit Pancaran Kasih Manado pada Senin (1/5/2020) karena menolak protap penanganan covid-19 terhadap seorang jenazah.

Kericuhan itu terjadi karena keluarga dari jenazah menganggap faktor meninggalnya bukan karena covid-19.

Dalam sebuah video amatir  yang sempat viral dimedia sosial terlihat kericuhan yang terjadi di Rumah Sakit Pancaran Kasih Manado memperlihatkan aksi saling dorong para petugas kepolisian dan warga Kampung Ternate di depan rumah sakit.

Warga yang begitu banyak tidak mampu dibendung pihak aparat dan berhasil menembus ruangan jenazah.

Warga yang datang pun langsung mengangkut pasien PDP tersebut dan di bawah ke rumah duka.

Menurut warga belum ada kepastian jenazah meninggal karena covid-19 warga juga menuding pihak rumah sakit menyogok keluarga jenazah.

Menanggapi hal ini tim gugus tugas pemerintah Kota Manado prihatin dengan kejadian ini.

Pihak gugus tugas menghimbau warga untuk  tidak berbuat hal yang demikian karena bisa mengancam banyak jiwa manusia.

Pihak tim gugus tugas menyampaikan berdasarkan klarifikasi rumah sakit bahwa uang yang akan di berikan kepada keluarga adalah uang yang di berikan secara sukarela untuk membantu memandikan jenazah dan memakamkan secara covid-19 karena yang bersangkutan beragama islam dan harus mengikuti protap fatwa MUI.

Kini didepan rumah sakit Pancaran Kasih petugas TNI Polri masih melakukan penjagaan untuk mencegah hal ini terulang kembali.

Halaman
12
Editor: aidil wardi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved