Breaking News:

Dilema New Normal di Riau

Jelang New Normal di Pekanbaru - Wawancara Khusus dengan Ketua Dewan Pendidikan Provinsi Riau

Kalau kondisi belum memungkinkan untuk sekolah dibuka, maka belajar melalui sistem Daring merupakan satu-satunya cara

Tribun Pekanbaru/Nasuha Nasution
Jelang New Normal di Pekanbaru - Wawancara Khusus dengan Ketua Dewan Pendidikan Provinsi Riau. Foto: Zoelkarnaen Noerdin 

Tribun : Dikaitkan dengan kondisi penyebaran corona di Riau, seperti apa?

Zoelkarnaen Noerdin : Jika kondisi benar-benar dinyatakan aman, tentu indikator aman itu dinyatakan oleh instansi/lembaga yang berkompeten, seperti gugus tugas covid 19, disamping juga oleh Ahli Eidemiologi dsb nya, tentu kta sepakat sekolah dibuka kembalai, dengan melaksanakan protokol kesehatan secara ketat.

Tribun : Jika sekolah dibuka 13 Juli, apa yang harus disiapkan?

Zoelkarnaen Noerdin : Jika sekolah dibuka tanggal 13 Juli, maka terlebih dahulu memastikan kondisi benar-aman dari penularan covid 19, kemudian komunikasi dengan siswa/i orang tua murid, agar semua memahami kondisi, sehingga semuanya berkomitmen benar-benar melaksanakan protokol krsehatan covid 19.

Selanjutnya karena ini menyangkut siswa/i (anak-anak), harus ada protokol tambahan, pengaturan waktu istirahat (jangan berkumpul), jajan di kantin harus memperhatikan anteran, harus menyiapkan ruangan khusus bagi siswa/i yang sakit, kemudian pengawasan ketat oleh guru-guru terhadap siswa/i, jika perlu sekolah menyiapkan tenaga medis dan petugas keamanan tambahan, agar memastikan siswa/i melaksanakan protokol kesehatan covid-19.

Tribun : Jika sekolah menurut Anda belum bisa buka 13 Juli, apa alternatif pembelajaran siswa?

Zoelkarnaen Noerdin : Kalau kondisi belum memungkinkan untuk sekolah dibuka, maka belajar melalui sistem Daring merupakan satu-satunya cara sebagaimana yang dilakukan selama masa covid 19 ini, namun tentu dengan segala penyempurnaan, seperti memperhatikan sekolah-sekaloh dan siswa/i yang tinggal didaerah kampumh-kampung, yang sulit mendaptakan akses internet, kemudian pengwasan terhadap guru-guru dalam memberikan pelajran kepada siswa/siswa, harus semuanya bisa terukur, bukan sekedar melepaskan tanggung jawab.

Tribun : Laporan yang didapatkan dari Disdik dan pihak sekolah seperti apa?

Zoelkarnaen Noerdin : Memang belum ada laporan/pemberitahuan secara resmi, tapi biasalah kita mendengar ada guru-guru yang sudah merindukan muridnya, sebaliknya banyak murid yang sudah tidak sabar mau datang kesekolah, tapi semuanya juga sadar bahwa dibukanya sekolah secara tatap muka, benar-benar tergantung kondisi covid 19.

Tribun : Perlukah surat bebas Covid-19 bagi sekolah yang ingin memulai belajar tatap muka, seperti dijalankan di rumah ibadah?

Halaman
123
Penulis: Nasuha Nasution
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved