Layanan Esek-Esek Penyuka Sesama Jenis (Gay) Dibongkar di Kota Medan, BERIKUT Faktanya

Tidak hanya itu, pihaknya juga amankan beberapa barang bukti, di antaranya handphone, uang, dan alat kontrasepsi.

Net
Ilustrasi 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Terkuak layanan sesama penyuka jenis (Gay) di Kota Medan, Sumut.

Layanan esek-esek ini dibongkar Subdit IV Renakta Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumut sigap dan berhasil membongkar praktik ini.

Pengungkapan kasus pijat tersebut dipaparkan langsung Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Sumut Kombes Pol Irwan Anwar di Mapolda Sumut, Rabu (3/6/2020).

Dalam keterangannya, Irwan mengatakan bahwa dalam kasus ini, pihaknya berhasil mengamankan 11 orang.

"Ada 11 orang yang diamankan semuanya laki-laki. Dimana 1 orang berinisial A adalah sebagai perekrut dan yang menyediakan tempat. Sedangkan lainnya adalah terapis," ujarnya, Rabu (3/6/2020).

Dikatakannya, pengungkapan kasus tersebut dilakukan pada Sabtu (31/5/2020) lalu.

PANDUAN Sholat Subuh: Lafadz Niat Sholat Subuh Hingga Tata Cara Sholat Subuh

Arti Skidipapap, Arti 4646, Arti 599, Pap TT, Jamet, Nolep, CEK Kamus Bahasa Gaul

Xiaomi Redmi Note 9 dan Note 9 Pro: CATAT Tanggal Rilis dan Spesifikasi Lengkapnya

Untuk lokasi berada di Komplek Setia Budi II di Jalan Ringroad, Kecamatan Medan Sunggal.

Menurutnya, dalam praktik pijat ini semua terapisnya adalah lelaki, kemudian yang menyiapkan juga laki-laki, dan dari hasil penyelidikan klien atau pasiennya juga semuanya laki-laki.

"Maka menjadi aneh kalau ada kondom dan alat kontrasepsi yang ditemukan di TKP. Untuk alat kontrasepsi yang diamankan, dibawa ke Polda Sumut adalah yang utuh. Sementara yang sudah dipakai, diamankan personel dan sudah dibuang," ungkapnya.

Lanjut Kombes Irwan, dalam kasus ini pihaknya menegaskan, yang pasti untuk kegiatan seperti ini, sifatnya memang tertutup dan terbatas.

"Tentunya para pelaku sudah mempunyai jaringan, atau sel-sel komunikasi yang bisa mempertemukan antara mereka dengan para pengguna. Itu yang kami dalami, ada alat grup yang mereka gunakan. Dari hasil pemeriksaan kepada pelaku (praktik ini) kurang lebih dua tahun (sudah berjalan)," bebernya.

Bersiap New Normal, Pasien Reaktif di Kota Medan Melonjak: Jalani Swab Test & Isolasi Mandiri

UPDATE Harga HP: Cek Daftar Harga Smartphone Vivo Juni 2020

Berjibaku Atasi Covid-19, Walikota Surabaya, Risma Rutin Lakukan Ritual Tiap Jam 12 Malam

Sambungnya. khusus untuk tersangka A, pihaknya akan mempersangkakan dengan UU 21 tahun 2007 tentang pemberantasan perdagangan orang.

Di mana dalam pasal ini disebutkan, bahwa untuk merekrut menampung dan menerima orang untuk tujuan eksploitasi, atau pemanfaatan fisik dan seksual.

Untuk ancaman hukuman seringan-ringannya 3 tahun penjara dan selama-lamanya 15 tahun, dengan denda paling sedikit Rp120 juta dan maksimal Rp600 juta.

"Selain itu bisa dijerat dengan pasal 296 KUHP yaitu menyebabkan atau memudahkan terjadinya perbuatan cabul," pungkasnya.

Editor: Firmauli Sihaloho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved