Siak

Usai Penerapan PSBB dan Masa Pandemi, Baru 10 Pasang Calon Mempelai Mendaftar Nikah di KUA Siak

Hingga 21 Juni 2020, telah 10 pasang calon mempelai mendaftar nikah di kantor KUA kecamatan Siak, angka ini termasuk rendah mengingat pandemi Covid-19

Internet
Ilustrasi 

TRINBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Usai pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Siak, ada 10 pasang calon mempelai memdaftar nikah di kantor KUA kecamatan Siak. 10 pasang ini mempunyai jadwal menikah hingga 21 Juni 2020.

Kepala KUA Kecamatan Siak, Hartono S.Ag mengatakan, jumlah pasangan yang mau menikah pada bulan ini jauh menurun dibanding tahun lalu. Biasanya di bulan Syawal tahun hijriyah, angka pernikahan di atas 20 pasang.

"Mungkin ini pengaruh Covid-19, apalagi belum dibolehkannya menggelar pesta," kata Hartono kepada Tribunpekanbaru.com, Jumat (5/6/2020).

Ia menerangkan, 10 pasang itu sudah mendaftar sejak akhir April 2020. Semuanya sepakat untuk mengikuti protap Covid 19 saat pelaksanaan pernikahannya. Ada 2 pasang di luar 10 pasang itu yang mengundurkan diri dengan alasan belum bisa menggelar resepsi.

Calon Siswa di Siak yang Tak Punya Ponsel Saat Pendaftaran PPDB Online Akan Dibantu

Ubah Kawasan Kumuh Jadi Destinasi Wisata Sunset di Sungai Apit,Sentuhan Tangan Dingin Bupati Siak

Hadapi New Normal, Tiap Sekolah di Kabupaten Siak Harus Dilengkapi Fasilitas Cuci Tangan

"Jadinya 2 pasang mundur. Karena mereka menginginkan resepsi langsung usai akad," kata dia.

Hartono menjelaskan, pelaksanaan akad nikah di Siak masih mengikuti protap Covid 19. Pada akad nikah hanya 10 orang yang boleh hadir, tempat pernikahan hanya di balai nikah kecamatan. Kedua mempelai harus memakai masker dan Alat Pelindung Diri (APD).

"Sebelumnya ada APD dikirimkan Kanwil Kemenag Riau, namun sudah habis. Saat ini kami tak punya stok APD, maka kami minta masing-masing calon yang menyediakan APD-nya," kata dia.

Sedangkan untuk pesta atau resepsi pernikahan belum diperbolehkan. Ia mengaku hanya mengikuti aturan yang diturunkan Kanwil Kemenag Riau.

Berpuluh Tahun Bertungkus Lumus Lumpur dan Debu, Kini Warga Libo Jaya Bersyukur Jalannya Diaspal

Bupati Siak Rencanakan Sistem Shift di Sekolah Dalam Suasana New Normal

"Mana tahu setelah ini ada edaran baru, dengan ketentuan baru. Kita tunggu saja, untuk sementara begitulah aturannya. Saya minta masyarakat memahami ini sebab tujuan ada aturan ini untuk kemaslahatan bersama, agar terhindar dari yang namanya virus Corona," kata dia. (Tribunpekanbaru.com/mayonal putra)

Penulis: Mayonal Putra
Editor: CandraDani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved