Breaking News:

KRONOLOGI Remaja Dikeroyok 3 Oknum Anggota TNI: Sempat Dibawa ke Barak

aksi penganiayaan terhadap AS itu bukan dilatarbelakangi oleh masalah asmara, melainkan karena salah paham antara korban dan pelaku.

Banjarmasin Post
Anggota TNI Keroyok Polisi, Videonya Viral, Saling Pukul di Tengah Jalan & Jadi Tontonan Warga 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Warga Tiakur, Kabupaten Maluku Barat Daya dibuat heboh dengan adanya peristiwa penganiayaan.

Korbannya adalah seorang pelajar SMA berinisial AS (16).

Ia dikeroyok oleh tiga anggota TNI aktif.

//

Sempat berhembus kabar kalau motif di balik pengeroyokan tersebut adalah masalah asmara.

Namun, hal ini dibantah oleh Komandan Kodim 1507 Saumlaki, Letkol Inf Rahmad Saerodin.

Menurutnya, aksi penganiayaan terhadap AS itu bukan dilatarbelakangi oleh masalah asmara, melainkan karena salah paham antara korban dan pelaku.

Ilustrasi penganiayaan.
Ilustrasi penganiayaan. (Kompas.com/ERICSSEN)

Viral VIDEO Pedagang Pentol Keliling Jualan Sambil Nge-DJ, Keren Abis Gayanya!

Zodiak Hari Ini Sabtu (6/6/2020):Pisces Makin Romantis, Virgo Saatnya Perbaiki Diri

Ustaz Abdul Somad BLAK-BLKAN ke Refly Harun Soal Perlakuan BUMN Usai Ia Dukung Prabowo di Pilpres

Ia juga mengatakan kalau kasus tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan.

“Perlu saya jelaskan bahwa tidak ada motif asmara, pacaran atau cinta segitiga dalam kasus tersebut, jadi masalah ini murni hanya salah paham,” kata Rahmad, dikutip dari Kompas.com.

//
// <\/scr"+"ipt>"); // ]]>

Dia menuturkan, insiden penganiayaan yang terjadi pada 22 Mei pekan lalu itu bermula saat pelaku, Serka M (48) sedang pergi mengambil madu pesanannya.

Saat kembali, pelaku bertemu dengan MS (17) yang merupakan pacar korban dan tiga orang temannya yang baru selesai menjual ikan, mereka kemudian pulang bersama-sama.

“Jadi, saat pulang itu Babinsa M ini bertemu AS yang saat itu bersama tiga rekannya lagi kumpul, lalu Babinsa ngomong ‘ade sudah malam ayo bubar, ayo pulang’, tapi AS ini tidak menjawab dan menanyakan kepada MS ‘kalian darimana, kenapa lama sekali’ dari sinilah Babinsa tersinggung,” ungkap dia.

Fadli Zon Ikut Unggah Foto Wisuda di Media Sosial, Pamer Nilai Sempurna

Sering Tidur Sekamar Dengan Suaminya, Wanita di Kutai Timur ini Syok Dengan Pengauan Anak Gadisnya

Pusat Perbelanjaan di Kota Pekanbaru Dukung Penuh Pemberlakuan Prilaku Hidup Normal Baru

Rahmad menuturkan, saat itulah, pelaku dan korban mulai bersitegang kemudian pelaku langsung menganiaya korban.

Selanjutnya, korban membalas dengan menendang kaki pelaku dan setelah itu korban langsung kabur.

“Si MS ini sempat melerai lalu AS lari, kemudian pelaku mencari korban ketemu kemudian pelaku membawa korban ke mes lalu dipukul di situ oleh tiga anggota, itu betul. Tapi, tidak sampai pingsan,” ungkap dia.

Rahmad menuturkan, setelah mendapatkan laporan soal kejadian itu, ia langsung memerintahkan Danramil untuk menemui korban dan keluarganya di Desa Hila, Pulau Romnang, guna menyelesaikan masalah tersebut.

“Jadi, masalahnya sudah selesai, Danramil juga sudah membayar uang biaya perobatan kepada korban sebesar Rp 10 juta pada 31 Mei, jadi masalahnya sudah selesai, korban dan pelaku sudah saling memaafkan dan ada pernyataan di atas meterai,” ujar dia.

Meski secara kekeluargaan persoalan itu sudah diselesaikan, namun para pelaku tetap akan diproses sesuai ketentuan hukum berlaku.

Ramalan Zodiak Cinta Sabtu 6 Juni 2020, Taurus Cemburu, Gemini Dapat Kejutan Kecil dari Pasangan

Langkah-langkah Daftar UTBK-SBMPTN 2020 di portal.ltmpt.ac.id, Pastikan Sudah Punya Akun LTMPT

“Jadi, walaupun mereka sudah saling memaafkan dan berdamai ada disiplin yang dilanggar anggota kami, jadi akan ada sanksi disiplin, jadi diproses, disidang, itu dampaknya bisa ke pangkat dan jabatan,” ungkap dia.

Sebelumnya, kakak korban mengatakan bahwa pemicu penganiayaan itu karena antara adiknya dan terduga pelaku berpacaran dengan perempuan yang sama, yaitu MS (17).

Pelaku cemburu setelah mengetahui hal tersebut.

Ia mengajak dua rekannya yang juga anggota TNI melakukan penganiayaan terhadap adiknya.

Pelaku melakukan penganiayaan tersebut di dua lokasi, yaitu di depan rumah MS dan di barak tempat pelaku bertugas.

"Jadi korban ini sempat dibawa ke barak perusahaan tempat para pelaku bekerja, lalu mereka mencekik, memukul, dan menganiaya korban di sana,” kata ET lewat keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Kamis (4/6/2020).

Akibat perbuatan yang dilakukan tiga oknum anggota TNI tersebut, adiknya diketahui mengalami luka di sekujur tubuh.

Maka dari itu, pihaknya berharap agar kasus tersebut dapat diusut secara tuntas dan pelaku dapat diberi hukuman setimpal.

Kapendam Pattimura turun tangan

Secara terpisah, Kepala Penerangan Kodam XVI Pattimura Kolonel Jansen Simanjuntak membenarkan kejadian tersebut.

Ia mengaku sudah mendapat laporan terkait kasus penganiayaan yang dilakukan oleh tiga anggotanya itu .

Ia juga membenarkan bahwa kasus itu dipicu masalah asmara.

Adapun pelakunya diketahui menjabat sebagai Babinsa di Desa Hila, Kecamatan Pulau Romangmerasa.

Untuk itu, pihaknya akan menindak secara tegas anggotanya tersebut sesuai prosedur yang berlaku.

Ketiganya akan diberikan sanksi dan proses hukum.

Selain sanksi penjara, lanjutnya, mereka juga bisa mendapat sanksi disiplin dan administrasi.

Ketiganya juga bisa ditunda naik pangkat, jika sudah punya jabatan bakal dicopot.

"Akan ada sanksi, sekarang sedang diproses hukum."

"Sanksinya bisa penjara dan ada juga sanksi disiplin dan administrasi. "

"Oknum tersebut bisa tunda naik pangkat, kalau dia punya jabatan akan dicopot dan tidak bisa sekolah,” jelasnya. (TribunNewsmaker/ *)

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "3 Anggota TNI Keroyok Pelajar SMA, Begini Kronologi Versi Dandim".

BACA JUGA : di Tribunnews.com dengan judul Bukan Rebutan Pacar, Berikut Kronologi 3 TNI Keroyok Remaja SMA Versi Dandim: Murni Salah Paham.

Penulis:
Editor: Firmauli Sihaloho
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved