Breaking News:

Dumai

Ratusan Porter Pelabuhan di Kota Dumai Terdampak Pandemi Covid-19, Minta BSJ Dibuka Kembali

Penutupan pelabuhan Domestik BSJ membuat para porter pengangkut barang bawaan penumpang kapal terpaksa kerja serabutan guna menafkashi keluarganya

Tribun Pekanbaru/Doni Kusuma
Seorang porter atau pengangkut barang penumpang di Pelabuhan BSJ Kota Dumai sedang menarik barang . 

TRIBUNPEKANBARU.COM, DUMAI- Sesuai surat walikota Dumai, Nomor 551.2/892/DISHUB, terkait penutupan angukatan domestik di pelabuhan penumpang Bandar Sri Junjungan (BSJ), kota Dumai, dalam rangka menghentikan penyebaran Covid-19 di Dumai melalui pelabuhan, maka sejak Jumat (1/5/2020), pemerintah kota Dumai, resmi menutup palabuhan penumpang.

Penutupan pelabuhan Domestik BSJ yang sudah lebih dari 1 bulan lamanya, ternyata membuat para porter atau pengangkut barang bawaan penumpang kapal di pelabuhan BSJ Kota Dumai, ‎terkena dampak, bahkan ratusan porter BSJ tersebut banyak yang bekerja serabutan untuk menafkahi keluarganya.

Bahkan, para porter pelabuhan BSJ Dumai, banyak menunggu panggilan kerja di lapangan, baik sebagai kuli bangunan, maupun tukang ojek, dan lain sebagainya.

Bayu Agusra, koordinator lapangan pelabuhan Bandar Sri junjungan, mengaku bahwa penutupan
‎Penutupan pelabuhan Domestik BSJ di kota Dumai, sudah sebulan lebih, sejak 1 Mei 2020 lalu.

Jumlah Penumpang di Pelabuhan Tanjung Harapan Sepi, Operator Kapal Memilih Tidak Beroperasi

BREAKING NEWS : New Normal, Terminal Bus dan Pelabuhan Belum Beroperasi, Bioskop Masih Tutup

Ia menambahkan, akibat ‎penutupan ‎Penutupan pelabuhan Domestik BSJ di kota Dumai, sudah sebulan lebih tersebut, banyak ‎para porter atau pengangkut barang bawaan penumpang kapal di pelabuhan BSJ Kota Dumai, harus bekerja serabutan demi menyambung hidup keluarganya.

Diterangkannya ada sekitar 125 orang porter yang bekerja dan menggantungkan hidupnya di Pelabuhan domestik BSJ pada saat aktifitas masih berjalan lancar.

"Ratusan porter tersebut banyak yang bekerja serabutan, seperti jadi tukang ojek di Roro Dumai-Rupat, ada yang kerja bangunan, bantu berdagang dan pekerjaan lainnya, yang bisa menghasilkan ditengah pandemi Covid-19 ini," sebutnya, Sabtu (6/6/2020).

Bayu menceritakan‎ bahwa para porter ini pengahasilanya sudah sangat berkurang ketika Pandemi Covid-19 melanda, karena pada saat pelabuhan masih beroprasi di tengah pandemi sebelum bulan lima, mereka bekerja hanya dua hari sekali karena di bagi 4 regu dengan barang bawaan penumpang yang terbatas.

‎"Saat itu mereka satu porter bisa berpenghasilan Rp50 ribu sampai Rp100 ribu lah dua hari, bahkan kalau tahun dulu, momen menjelang lebaran mereka bisa meraup Rp200 hingga Rp300 ribu, namun lebaraan tahun ini bagi mereka merupakan lebaraan yang pahit karena serba keterbatasan," imbuhnya.

Kemudian kata dia, sebagai bentuk perhatian pihaknya kepada porter, ia telah memasukkannya ke dalam penerima bantuan dampak covid-19 di Kota Dumai, dan sejauh ini tidak ada laporan kalau mereka tidak mendapat bantuan dari pemerintah tersebut.

Halaman
123
Penulis: Donny Kusuma Putra
Editor: CandraDani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved