Tuding di Buat Laboratorium di China, Mantan Kepala Intelijen Inggris Buktikan Asal Virus Corona

Sir Richard Dearlove, eks pimpinan Secret Intelligence Service atau Dinas Intelijen Rahasia Inggris, klaim virus corona diciptakan oleh ilmuwan China

ETHAN MILLER / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / GETTY IMAGES VIA AFP
Seorang warga Nevada membuat tenda persediaan pop-up Virus Corona pada 28 April 2020 di Las Vegas, Nevada. 

TRIBUNPEKANBARU.COM- Meskipun diyakini virus corona berasal dari hewan di pasar Wuhan, China, namun asal-usulnya masih menjadi perdebatan hingga saat ini.

Beberapa pihak meyakini virus corona bocor dari laboratorium di Wuhan, namun China mengelak hal tersebut.

Tak hanya itu, seorang mantan pimpinan Secret Intelligence Service (SIS) atau Dinas Intelijen Rahasia Inggris, Sir Richard Dearlove mengklaim virus corona bukan penyakit alami, melainkan diciptakan oleh para ilmuwan China di laboratorium.

Pria yang juga kepala M16 antara 1999 dan 2004 itu mengaku telah melihat laporan ilmiah bahwa Covid-19 merupakan buatan manusia.

Baca Juga: Saat Orang Lain Berlomba-lomba Ingin Dapatkan Dana Bantuan BLT, Nenek 67 Tahun Ini Justru Menolaknya, Alasannya Bikin Terharu

Intelijen Amerika Beberkan Temuan Baru, Makin Kuat Tudingan Virus Corona Berasal dari Labor Wuhan

Amerika dan China Konfrontasi Senjata, Skenario Terburuk Hasil Analisis Intelijen China

"Saya pikir ini dimulai sebagai kecelakaan (tidak disengaja)," ungkap Sir Richard kepada The Telegraph.

Membahas penelitian penilaian sejawat baru yang dibuat oleh Profesor Angus Dalgleish, dari Rumah Sakit St George di University of London, dan ahli virologi Norwegia Birger Sorensen, ia menambahkan:

"Ini menimbulkan masalah jika China pernah mengakui tanggung jawab, apakah ia membayar ganti rugi ?

"Saya pikir itu akan membuat setiap negara di dunia memikirkan kembali bagaimana ia memperlakukan hubungannya dengan China dan bagaimana masyarakat internasional berperilaku terhadap kepemimpinan Tiongkok."

Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus menghadiri konferensi pers tentang COVID-19 di kantor pusat WHO di Jenewa, Rabu (11/3/2020). Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengumumkan, wabah virus corona dikategorikan sebagai pandemi.
Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus menghadiri konferensi pers tentang COVID-19 di kantor pusat WHO di Jenewa, Rabu (11/3/2020). Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengumumkan, wabah virus corona dikategorikan sebagai pandemi. (AFP/Fabrice COFFRINI)

Dikutip Daily Mail, menurutnya penelitian ini mengklaim bahwa upaya saat ini untuk menemukan vaksin akan terbukti tidak berhasil, karena para ilmuwan sejauh ini salah memahami sifat sebenarnya dari Covid-19.

Halaman
123
Editor: CandraDani
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved