Breaking News:

Penduduk Desa di Mali Dibantai, Diserang dan Dibakar, 26 Orang Tewas Mengenaskan

Seperti diberitakan Reuters, Guindo menuturkan bahwa pelaku yang membantai penduduk Binedama mengenakan seragam militer

Editor: Nurul Qomariah
TribunPekanbaru
Ilustrasi kebakaran 

Seperti serangan yang cukup sering terjadi di kawasan terpencil Sahel, belum jelas siapa yang bertanggung jawab, dengan tidak ada yang mengklaim.

Mali, negara dengan penduduk 19 juta, berada dalam pemberontakan sejak 2012, di mana milisi dipimpin etnis Tuaregs menyerang kawasan utara.

Konflik itu, yang sudah membunuh ribuan baik militer maupun warga sipil, sudah menyebar hingga ke tengah, begitu juga Burkina Faso dan Niger.

Warga Fulani yang merupakan penggembala sering dituduh berhubungan dekat dengan milisi, memunculkan pembantaian antara mereka dengan etnis lain.

Belum ada pihak yang menyatakan bertanggung jawab atas serangan tersebut, namun pola serangan di desa yang dihuni komunitas Dogon ini menunjukkan ciri serangan terhadap etnis.

Muncul dugaan serangan tersebut adalah aksi balas dendam atas insiden penyerangan yang terjadi kurang dari tiga bulan lalu.

Serangan Juga Terjadi Maret Lalu

Pada Maret lalu, aksi penyerangan terjadi terhadap kelompok etnis Fulani dan menewaskan hampir 160 orang.

Pelaku penyerangan diidentifikasi sebagai oknum etnis Dogon.

"Negara ini tidak bisa dipimpin oleh siklus balas dendam," kata Presiden Mali, Ibrahim Boubacar Keita, usai memutuskan memangkas waktu kunjungannya ke Swiss.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved