Breaking News:

Penduduk Desa di Mali Dibantai, Diserang dan Dibakar, 26 Orang Tewas Mengenaskan

Seperti diberitakan Reuters, Guindo menuturkan bahwa pelaku yang membantai penduduk Binedama mengenakan seragam militer

Editor: Nurul Qomariah
TribunPekanbaru
Ilustrasi kebakaran 

Presiden juga mengajak kepada rakyat Mali untuk bersatu dan membiarkan bangsa bertahan hidup.

"Karena ini adalah masalah bertahan hidup," ujarnya.

Serangan pada Senin dini hari terjadi di desa Sobane-Kou, distrik Koundou, dengan pemerintah setempat menyebut jumlah korban tewas sementara 95 orang dan 19 dilaporkan hilang.

Pembantaian tidak hanya dilakukan terhadap warga, tetapi juga hewan ternak yang disembelih, serta bangunan rumah warga dibakar.

Salah seorang korban selamat, yang mengaku bernama Amadou Togo, mengatakan serangan dilakukan oleh sekitar 50 orang bersenjata lengkap yang datang menggunakan sepeda motor dan mobil pikap.

"Mereka mengepung desa dan mulai menyerang. Siapa pun yang mencoba kabur langsung dibunuh," ujarnya, dikutip AFP.

"Mereka menyerang semua orang, membakar toko dan ternak. Tidak ada yang selamat, semuanya, wanita, anak-anak, sampai para orang tua," tambahnya.

"Kami menghitung ada 95 orang tewas dan 38 lainnya luka-luka, serta sekitar 20 orang yang hilang," kata Togo.

Pejabat setempat menyatakan desa tersebut dihuni oleh sekitar 300 orang.

Sebuah asosiasi pemburu tradisional etnis Dogon, Dan Nan Ambassagou, menyebut aksi serangan itu sebagai tindakan biadab dan keji, yang digambarkan sama dengan genosida. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Desa di Mali Diserang dan Dibakar, 26 Orang Tewas"

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Desa Etnis Dogon di Mali Diserang, Hampir 100 Orang Tewas"

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved