Siak

Anggaran untuk Daerah Episentrum Covid-19 di Kabupaten Siak Masih Bersisa Rp 17 Miliar

Anggaran sebanyak Rp 20 miliar yang diperuntukkan untuk pusat penyebaran wabah di Siak,baru terpakai Rp 3 miliar.

Tribun Pekanbaru/Mayonal
Bupati Siak Alfedri dan Ketua DPRD Siak Azmi melepas pendistribusian bantuan Sembako APBD Siak kepada masyarakat terdampak Covid-19, Jumat (15/5/2020) di halaman Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Anggaran untuk daerah atau wilayah episentrum Covid 19 di kabupaten Siak masih bersisa sebanyak Rp 17 milliar. Sebab, anggaran ini awalnya disediakan sebanyak Rp 20 miliar baru terpakai sebanyak Rp 3 miliar.

Bupati Siak Alfedri menjelaskan, selama pandemi Covid 19, ada 4 kasus positif Covid 19. Hal itu mengakibatkan terjadinya daerah episentrum atau pusat penyebaran wabah, sehingga daerah dimaksud harus dikarantina dengan konsekwensi adanya bantuan dari pemerintah.

"Jumlah yang dianggarkan untuk episentrum itu hasil revisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Siak. Anggarannya waktu itu dipakai misalnya untuk biaya pos penyekatan dan satuan tugas penertiban hingga yang lainnya," kata dia.

Alfedri menegaskan anggran Rp20 miliar itu bukan untuk biaya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) selama 14 hari lalu. Anggaran itu disediakan untuk daerah yang masuk kategori episentrum.

Tanggapi Heboh Keluhan Kenaikan Tagihan Listrik, Ini Penjelasan PLN ULP Siak Riau

Usai Penerapan PSBB dan Masa Pandemi, Baru 10 Pasang Calon Mempelai Mendaftar Nikah di KUA Siak

Calon Siswa di Siak yang Tak Punya Ponsel Saat Pendaftaran PPDB Online Akan Dibantu

"Kalau pun nanti diperlukan saat new normal, tinggal direvisi kerangka acuan kerjanya," kata dia.

Saat ini PSBB sudah berkahir dan normal baru secara resmi juga belum berlaku. Namun dia memastikan pos penyekatan dan Satgas penertiban tetap masih difungsikan di Kabupaten Siak.

"Jika sudah resmi new normal, pos penyekatan dan satgas penertiban juga tetap difungsikan. Namun kita evaluasi. Misalnya, waktu itu namanya satgas penertiban, kita ubah jadi satgas pembinaan," kata dia.

Saat ini kasus positif Covid-19 di Siak sudah nihil, bahkan pasien dalam pengawasan juga tidak ada. Sebelumnya ada 4 kasus positif Covid-19 di Siak yang semuanya sudah sembuh.

Pasien pertama dari Kabupaten Kandis seorang lelaki paruh baya sekitar dua bulan lalu. Tiga terakhir dari Santri Klaster Pondok Pesantren Magetan, Jawa Timur warga Kecamatan Dayun, Mempura dan Siak yang juga sudah sembuh. (Tribunpekanbaru.com/mayonal putra)

Penulis: Mayonal Putra
Editor: CandraDani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved