Breaking News:

Bengkalis

Penyelundupan 600 Karung Gula Pasir Asal India di Pulau Rupat Berhasil Digagalkan Aparat Gabungan

600 karung gula asal India itu diamankan dari Kapal Moto Salimi oleh Satpolairud Polres Bengkalis bersama Bea & Cukai Bengkalis dan Tanjung Balai

Penulis: Muhammad Natsir | Editor: CandraDani
istimewa
Wakapolres Bengkalis Kompol Roni Syahendra saat melakukan pers rilis penangkapan gula, Selasa (9/6) siang. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, BENGKALIS - Satpolairud Polres Bengkalis bersama aparat Bea dan Cukai (BC) Bengkalis serta BC Tanjung Balai Karimun berhasil mengagalkan upaya penyeludupan gula pasir sebanyak 600 karung melalui Selat Melaka. Pengagalan penyeludupan dilakukan petugas gabungan di perairan Selat Melaka, Senin (8/6) malam kemarin.

Gula pasir ini saat diamankan berada di dalam kapal Salimi yang dinakhodai oleh MA (55) dan dua anak buah kapal (ABK) yakni AM (45) dan BH (41) warga Rupat. Sementara nakhoda dan satu ABK lainnya diketahui kelahiran Sulawesi tinggal di Dumai.

Penanangkapan tiga tersangka penyeludupan gula pasir ini diungkap oleh Wakapolres Bengkalis Kompol Roni Syahendra di halaman Pos Polairud Polres Bengkalis, Selasa (9/6) siang.

Menurut Roni, awalnya pada pukul 21.00 WIB malam kemarin tim gabungan melakukan patroli bersama di sekitaran perairan Selat Melaka guna memutus upaya penyelundupan.

Pasar Murah Reguler di Bengkalis Batal Digelar, 30 Ribu Lebih Tas Senilai Rp 800 Juta Jadi Mubazir

Keberadaannya Belum Diketahui, Polisi Masih Buru Wabup Bengkalis Non Aktif Muhammad

Saat berada di koordinat 02’16.142’N 101’44.911’E Selat Melaka petugas menemukan KM Salimi Tengah melakukan pelayaran dari arah Malaysia.

Petugas yang patroli merasa curiga langsung mendekati kapal dan melakukan pemeriksaan barang bawaan setelah kapal berhasil di dekati petugas.

"Saat pemeriksaan dilakukan kita menemukan 600 karung gula dengan merk dari India. Setelah itu petugas memeriksa kelengkapan dokumen namun ternyata kapal tidak memiliki dokumen resmi terkait barang bawaannya" ungkap Wakapolres.

Menurut dia, dari keterangan tersangka gula pasir yang mereka bawa baru diambil dari daerah Batu Pahat Malaysia. Dimana gula pasir ini rencananya akan di Bongkar muat di daerah Kadur Kecamatan Rupat.

"Saat ini kita masih melakukan pendalaman. Karena baru semalam kita menangkapnya dan sampai di pos Polair pagi tadi, sedang kita lakukan pendalaman untuk mengetahui detail upaya penyeludupan yang dilakukan," tambahnya.

Termasuk terkait kepemilikan gula pasir yang berhasil diamankan ini. Saat ini masih dilakukan pendalaman apakah hanya pengangkut ataupun juga pemilik barang.

Pelaku Tertangkap Tebang Kayu Pakai Chainsaw,Polres Bengkalis Bekuk 4 Tersangka Illog di Pulau Rupat

12 TKI Ilegal Diamankan di Pulau Rupat Riau, 1 Orang dalam Kondisi Hamil 8 Bulan

Sedangkan dari keterangan MA nakhoda kapal ini, dia mengaku baru sekali mengangkut barang ilegal ini dari Malaysia. Sebelumnya kerjaan dirinya memang pelaut namun hanya mengangkut barang lokal saja.

"Baru sekali ini, sebelumnya kami hanya bawa kapal lokal dari Guntung," jawabnya singkat.

Sedangkan terkait pemilikan barang yang diangkut MA enggan mengungkapnya saat ditanya awak media. Bahkan MA menjawab tidak tahu barang siapa yang dibawanya.

Akibat perbuatannya tiga tersangka ini akan dijerat pasal112 ayat (2) Udang undamg Nomor 7 tahun 2014 tentang Perdagangan dan Pasal 62 ayat 1 junto Pasal 8 ayat (1) huruf i dan j Undang Undang Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara.(Tribunpekanbaru.com/Muhammad Natsi)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved