Breaking News:

Sejarah

Peristiwa Perang Guntung Diabadikan dengan Monumen-Kisah Sultan Siak Rebut Selat Malaka dari Belanda

Sultan Siak kedua bernama Muhammad Abdul Jalil Muzaffar Syah atau lebih dikenal Tengku Buwang Asmara berhasil memukul mundur pasukan Belanda

Penulis: Mayonal Putra | Editor: Nolpitos Hendri
Tribun Pekanbaru/Ilustrasi/Nolpitos Hendri
Peristiwa Perang Guntung Diabadikan dengan Monumen-Kisah Sultan Siak Rebut Selat Malaka dari Belanda 

TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Peristiwa Perang Guntung menjadi catatan penting dalam sejarah kesultanan Siak.

Perang Guntung ini dipicu karena perebutan pengaruh di Selat Malaka antara kesultanan Siak dengan Belanda.

Dalam sejarahnya, pasukan Siak yang dipimpin Sultan Siak kedua bernama Muhammad Abdul Jalil Muzaffar Syah atau lebih dikenal Tengku Buwang Asmara berhasil memukul mundur pasukan Belanda.

Tengku Buwang Asmara menggunakan strategi lebih cerdik untuk mengalahkan Belanda.

Tengku Buwang Asmara menduduki tahta kesultanan Siak pada 1746 M - 1760 M.

Untuk mengenang pergolakan heroik Tengku Buwang Asmara itu, Pemkab Siak bakal membangun monumen Perang Guntung di kampung Selat Guntung, di kecamatan Sabak Auh.

Kampung ini bakal menjadi destinasi wisata baru untuk menyejarahkan peristiwa Perang Guntung kepada generasi muda Siak dan wisatawan.

"Sejarah tentang Perang Guntung ini perlu kita angkat untuk memperkaya khasanah wisata sejarah kita," kata Bupati Siak Alfedri, Selasa (9/6/2020).

Peristiwa Perang Guntung Diabadikan dengan Monumen-Kisah Sultan Siak Rebut Selat Malaka dari Belanda
Peristiwa Perang Guntung Diabadikan dengan Monumen-Kisah Sultan Siak Rebut Selat Malaka dari Belanda (Tribun Pekanbaru/Mayonal Putra)

Alfedri bersama sejumlah pimpinan OPD dan jajaran sudah meninjau lokasi pembangunan monumen itu di kampung Selat Guntung.

Monumen itu akan dibangun di prasasti Perang Guntung yang telah ada di kampung itu.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved