Breaking News:

Pelalawan

Tiga Hotspot Terpantau di Pelalawan Riau, BPBD Wanti-Wanti Curah Hujan Mulai Berkurang

BPBD Pelalawan melaporkan, tiga Hotspot itu tersebar di Kecamatan Teluk Meranti dua titik dan satu lagi di Ukui.

Penulis: johanes
Editor: CandraDani
rspo.org
Tangkapan layar GeoRSPO. Fitur aplikasi peta interaktif ini bisa diakses untuk umum dan menampilkan data yang relevan terkait dengan konsesi anggota dan tutupan lahan, termasuk hotspot aktif. 

TRIBUNPEKANBARU COM, PANGKALAN KERINCI- Hari ini, Selasa (9/6/2020), sebanyak tiga hotspot atau titik panas terpantau di wilayah Kabupaten Pelalawan Riau dengan tingkat confidance di bawah 50 persen.

Tiga Hotspot itu tersebar di Kecamatan Teluk Meranti dua titik dan satu lagi di Ukui. Tim gabungan rayon kecamatan telah diminta untuk melakukan pengecekan ke lokasi sesuai dengan titik koordinatnya. Untuk memastikan areal tersebut terdapat titik api atau hanya titik panas saja.

"Cuman hotpost saja tidak ada firespot di lokasi. Memang tingkat confidence dibawah 50 persen. Jadi masih aman," tutur Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan, Hadi Penandio, kepada Tribunpekanbaru.com, Selasa (9/6/2020).

Hadi Penandio menjelaskan, belum ada titik api yang terpantau selama dua bulan terakhir ini.

Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) masih nihil akibat masih tingginya curah hujan yang turun secara merata maupun bersifat lokal. Namun dua pekan belakangan, curah hujan mulai berjarak dan kemarau semakin terasa.

Pasar Kaget Beroperasi Lagi, Komisi ll DPRD Pelalawan Tagih Ketegasan Diskoperindag & Satpol PP

Pemkab Pelalawan Siapkan Intensif Desa dan Kelurahan, Berapa Jumlah dan Manfaatnya?

Pemkab Pelalawan Masih Godok Perbup New Normal, Bupati Harris: Semua Pihak Ikut Mensosialisasikan

Tim gabungan yang konsen terhadap Karhutla mulai mewanti-wanti kemarau mulai mengimbangi curah hujan. Tim rayon yang ada di masing-masing kecamatan diminta untuk siaga dan menjaga wilayahnya dari Karhutla. Sosialisasi dan penyebaran pamflet serta spanduk larangan membakar lahan dan hutan kembali digalakan kepada masyarakat

"Kita tetap siaga jika sewaktu-waktu api timbul. Maski disisi lain kita masih fokus dengan penanganan Covid-19," tandasnya.

Menurut Hadi Penandio, berdasarkan prakiraan dari BMKG seharusnya Bulan Mei sudah memasuki kemarau dan berlangsung hingg Juni. Namun tampaknya terjadi perubahan cuaca dari prediksi sebelum. Walau demikian tim gabungan tetap siaga untuk kemungkinan terburuk. (Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved