Breaking News:

BOLA LOKAL: Masuk Mess Wajib Rapid Test, Pemanggilan Pemain Klub Tiga Naga Tunggu Instruksi PSSI

Saat ini, semua pemain Tiga Naga yang dikontrak musim 2020 ini, pulang kampung ke daerah asalnya, karena wabah Corona covid-19.

FOTO/ISTIMEWA
FOTO ILUSTRASI - Pemain Klub Sepakbola (KS) Tiga Naga Riau (kostum biru), saat berebut bola dengan pemain Persija Jakarta, dalam laga ujicoba, Sabtu petang (1/2/2020), di Lapangan Sutasoma Halim Perdana Kusuma, Jakarta. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Manajemen klub sepakbola di Indonesia kini dipastikan sangat hati-hati, untuk memanggil para pemainnya masuk mess. Apalagi para pemain tersebut berasal dari luar daerah.

Seperti yang disampaikan manajemen klub Liga 2, Tiga Naga Riau.

Manajer Tiga Naga Riau, Hidayat menegaskan, hingga kini pihaknya belum memanggil pemainnya untuk latihan, pasca diliburkan sejak Maret lalu.

Apalagi kini di masa new normal, pemain yang masuk Kota Pekanbaru wajib rapid test.

"Sebelum masuk Pekanbaru, pemain wajib test dulu di daerahnya masing-masing. Selain itu, mereka harus membawa surat bebas Covid 19 dari daerah asal," kata Hidayat kepada Tribunpekanbaru.com, Rabu (10/6/2020).

Saat ini, semua pemain Tiga Naga yang dikontrak musim 2020 ini, pulang kampung ke daerah asalnya, karena wabah Corona covid-19.

Kebanyakan di daerah para pemain ini, juga masih sedang berlangsung tahapan PSBB dan new normal, covid-19.

Untuk memastikan 29 pemain Tiga Naga bebas dari suspek virus Corona, maka tidak ada alasan mereka, untuk tidak membawa hasil rapid test.

"Sejauh ini, Insya Allah, belum ada informasi pemain kita yang kena Corona. Mudah-mudahan sampai selanjutnya, mereka aman," harapnya.

Lalu, kapan para pemain dipanggil untuk latihan?

Hidayat menegaskan, hingga kini klub Tiga Naga Riau belum bisa memastikan kapan bisa memanggil para pemain, masuk mess. Karena harus menunggu keputusan dan kebijakan dari PSSI.

Sebelumnya, Ketua Tim Medis PSSI Syarif Alwi menjelaskan Rapid test jadi standar keselamatan COVID-19 Shopee Liga 1 dan Liga 2 2020. Ia juga mengungkap alasannya.

Rapid test dikenal punya tingkat akurasi yang rendah dalam mendeteksi virus corona. Sudah ada sejumlah contoh hasil rapid test COVID-19 yang kemudian dianulir setelah seorang pasien melanjutkannya ke swab test.

Namun dia menegaskan, bahwa harga adalah pertimbangan utama. Selain swab test lebih mahal, ada banyak juga atlet yang perlu menjalani pemeriksaan saat kompetisi diputar nanti.

"Rapid test itu ada alat bantu diagnosa, yang membantu kami menegakkan diagnosa dan itu dilakukan dokternya," katanya. (Tribunpekanbaru.com/Syafruddin Mirohi).

Penulis: Syafruddin Mirohi
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved