Sudahlah Nabrak Petugas, Pengendara Sepmor Ini Malah Marah-marah, Begini Endingnya
Sudahlah nabrak petugas, pengendara sepmor ini malah marah-marah. Padahal korban dibuat terluka
TRIBUNPEKANBARU.COM- Seorang petugas dari Dinas Perhubungan mengalami luka akibat ditabrak pengendara sepeda motor yang panik, Rabu (10/6/2020) sore
Korban yang bernama Dimas saat kejadian berdiri di pinggir jalan.
Ia tak bisa mengelak saat sepeda motor yang dikendarai IF menabraknya.
Kejadian itu tentu saja mendapat perhatian dari petugas lainnya yang sedang melaksanakan razia.
Hari itu memang sedang ada razia masker yang dilaksanakan Dinas Perhubungan.
Pengendara yang panik tadi kemudian berusaha putar balik arah namun malah menabrak petugas.
Kronologi lengkap
Peristiwa tersebut terjadi di perempatan Dukuhwaluh, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas.
Kepala Dinas Perhubungan, Kabupaten Banyumas, Agus Nur Hadie, menerangkan pemdua tersebut mengendarai sepeda motor Honda Vario dengan nomor polisi R 5183 QV.
"Pemuda berinisial IF (23) itu, warga Kabupaten Purbalingga. Mungkin ia panik saat menjumpai razia, karena tidak menggunakan masker dan helm," ujar kepada TribunBanyumas.com, Rabu (10/6/2020).
Dituturkan, saat razia berlangsung, IF sedang memboncengkan seorang temannya.
Meski IF tak mengenakan masker dan helm, teman yang diboncengkan justru tak demikian.
Teman IF memakai masker dan juga helm.
"Saat itu pengendara dari arah utara belok ke barat dengan kecepatan tinggi."
"Namun kemudian balik arah ke timur dan menabrak petugas yang sedang berdiri dan mengawasi," terangnya.
Karena kejadian itu, petugas Dishub yang ditabrak IF, Dimas, mengalami luka pada beberapa bagian tubuhnya.
Dimas pun saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit.
"Razia itu ada beberapa lapis, disetop yang di titik pertama, pengendara belok ke kanan"
"Kemudian di titik kedua disetop lagi, pengendara balik arah dan menabrak petugas sampai terpental beberapa meter," katanya.
Pengendara sepeda motor tersebut kini sudah diamankan polisi karena sempat melawan petugas saat dihentikan.
"Saat dihentikan sempat melawan, seperti ingin mengajak ribut, sehingga diamankan anggota Polsek Kembaran," tambahnya.
Pihaknya mengimbau kepada pengguna jalan agar tidak takut ketika ada razia masker.
Sebab razia masker sejatinya adalah bentuk edukasi agar masyarakat tertib mengenakan masker.
Terutama dimasa pandemi Covid-19 sekarang ini menggunakan masker adalah untuk mencegah penyebaran virus corona.
Kapolsek Kembaran AKP Sukiyah membenarkan adanya peristiwa tersebut.
Pihaknya masih menggali keterangan lengkap kepada pengendara sepeda motor yang tega menabrak petugas dishub Banyumas.
13 Kecamatan Tunggu Giliran Razia
Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Kabupaten Banyumas terus menjalankan operasi ketertiban masker.
Operasi masker sendiri dilaksanakan sudah sejak 8 Mei 2020.
Jumlah tersangka yang terjaring tindakan justisi operasi penertiban masker ada sebanyak 104 orang yang berasal dari 14 Kecamatan.
Kepala Bidang Penegakan dan Perundang-Undangan Daerah (P2D) Satpol PP Banyumas, Guntur Eko Giantoro, mengatakan saat ini jumlah pelanggar semakin berkurang jika dibanding awal operasi.
Dimana rata-rata setiap wilayah operasi biasanya didapati paling banyak 15 orang.
Rata-rata di setiap wilayah pasti ada pelanggar, hanya saja jumlahnya semakin berkurang.
"Kalau dulu masih banyak banget sampai puluhan.
Kalau sekarang paling dalam wilayah operasi kita mendapatkan tidak lebih dari 15 orang," katanya kepada TribunBanyumas.com, Rabu (10/6/2020).
Namun demikian, jumlah kecamatan yang telah tersentuh tindakan justisi, pihaknya mengatakan baru 14 Kecamatan dari 27 Kecamatan di Banyumas.
Keempat belas kecamatan itu diantaranya adalah Baturraden, Kembaran, Sumbang, Banyumas, Purwokerto Timur, Kebasen, Kedungbanteng, Karanglewas, Patikraja, Rawalo, Cilongok, Purwokerto Barat, Sokaraja dan Kalibagor.
"Rata-rata itu ada 8 atau 5 orang di setiap kecamatan tetapi paling banyak itu 15 orang dibanding awal-awal, sehingga sudah ada penurunan," pungkasnya.
Masih ada 13 Kecamatan yang belum tersentuh tindakan justisi.
Menurutnya semua wilayah kecamatan di Banyumas akan tersentuh dan dilaksanakan operasi masker secara bertahap.
(TribunBanyumas/jti)
Artikel ini sudah tayang di Tribun Banyumas
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/razia-dishub_20170605_142250.jpg)