Breaking News:

Pelalawan

Tersangka Robert Perankan 14 Adegan, Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Sadis Bersenpi di Pelalawan Riau

Perkara penembakan yang dilakukan Tuslan Sembiring alias Robert (43) terhadap korban Junaidi (30) terus disidik Satuan Reskrim Polres Pelalawan.

Penulis: johanes
Editor: Ariestia
Istimewa
Satreskrim Polres Pelalawan menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan sadis bersenpi di Desa Bukit Kesuma Kecamatan Pangkalan Kuras pada Senin (8/6/2020) lalu di kanton Mapolres Pelalawan. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PANGKALAN KERINCI - Kasus pembunuhan Sadis menggunakan Senjata Api (Senpi) yang terjadi di Desa Bukit Kesuma Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, Riau pada 19 Mei lalu telah terungkap setelah pelakunya ditangkap polisi tiga hari setelah beraksi.

Perkara penembakan yang dilakukan Tuslan Sembiring alias Robert (43) terhadap korban bernama Junaidi (30) terus disidik Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Pelalawan.

Sekaligus melengkapi berkas perkara agar segera dilimpahkan kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Pelalawan.

Untuk kelanjutan proses hukum atas penembakan yang dilakukan tersangka Tuslan alias Robert yang menyebabkan korbannya meninggal dunia.

"Kita sudah melakukan rekonstruksi kasus pembunuhan dengan senpi dengan tersangka Tuslan alias Robert pada Senin kemarin," ungkap Kapolres Pelalawan, AKBP Indra Wijatmiko SIK, melalui Kasat Reskrim AKP Teddy Ardian SIK kepada Tribunpekanbaru.com, Rabu (10/6/2020).

Kasat Teddy menyebutkan, tujuan rekonstruksi untuk melengkapi berkas perkara dan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) kasus penembakan sadis ini.

Rekonstruksi melibatkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejari Pelalawan serta penasihat hukum tersangka. Robert juga dihadirkan sebagai pelaku utama sedangkan korban dan saksi diperankan oleh personil polisi.

Reka ulang digelar di kantin Mapolres Pelalawan dan bukan di Tempat Kejadian Perkara (TKP) di warung kolam pancing di Bukit Kesuma, untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan serta memperlancar jalannya rekonstruksi.

Dalam Reka adegan, tersangk Robert memperagakan cara menembak Junaidi menggunakan Senpi rakitan jenis revolver di bagian leher hingga tewas bersimbah darah.

"Tersangka memperagakan sebanyak 14 adegan sampai selesai. Ini dalam rangka pemberkasan kasusnya," tandasnya.

Seperti diketahui, kasus pembunuhan sadis bersenpi yang dilakukan Tuslan alias Robert terhadap Junaidi menggunakan Senpi ilegal.

Pemilik usaha penampung buah sawit atau RAM itu menembak pekerjanya sendiri karena masalah sepele yakni kehilangan powerbank atau pengecas HP portbale.

Setelah kejadian Robert melarikan diri sampai ke Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

Polisi berhasil meringkusnya tiga hari setelah kejadian dan menghadiahkan timah panas Siberia kanannya lantaran melawan petugas saat pengembangan kasus. (Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved