Breaking News:

47 Ribu Lebih Pelanggan PLN di Riau Alami Kenaikan Listrik Di atas 50 Persen

Sebanyak 47.389 lebih atau 10 persen pelanggan listrik di Riau mengalami peningkatan tarif listrik diatas 50 persen.

TRIBUN PEKANBARU / RINO SYAHRIL
Gubernur Riau, Syamsuar memberi keterangan pers. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Sebanyak 47.389 lebih atau 10 persen pelanggan listrik di Riau mengalami peningkatan tarif listrik diatas 50 persen.

473.891 pelanggan yang mengalami peningkatan tarif listrik setelah proses pencatatan meter diberlakukan lagi menyusul berakhirnya pembatasan sosial berskala besar (PSBB). 

Untuk meringankan pelanggan, PLN memberikan solusi yaitu skema relaksasi dalam pembayaran rekening listrik Bulan Juni 2020.

“Jadi bagi pelanggan yang pencatatan meternya sudah benar tetapi tagihan rekening listrik bulan Juni 2020 melebihi 20 persen dari tagihan listrik bulan Mei 2020 diberikan kelonggaran dengan mekanisme pembayaran bertahap atau angsuran. Pelanggan akan dikenakan pembayaran sebesar tagihan bulan Mei 2020 ditambah 40 persen dari nilai kenaikan rekening Juni 2020, dan sisanya 60 persen bisa diangsur selama 3 (tiga) bulan sesuai keputusan PLN Pusat,” ujar Manajer PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Pekanbaru, Himawan Sutanto kepada Tribun, Kamis (11/6/2020).

Seorang PNS Pemko Pekanbaru Meninggal Mendadak Dalam Toilet Kamar Mandi Masjid Nur Salim

Untuk memudahkan dan percepatan pelayanan kata Himawan, PLN membuka Hotline Center di mana pelanggan bisa melaporkan keluhannya melalui nomor aplikasi Whats App PLN.

“Khusus permintaan tambahan keringanan lamanya waktu cicilan kami tampung usulan tersebut dan akan kami sampaikan ke PLN Pusat tetapi untuk saat ini kami laksanakan skema yang ada sesuai keputusan pusat yang resmi,” ucap Himawan.

VIRAL, Seorang Pasien Covid-19 Bagikan Kwitansi Biaya Pengobatan, Jumlahnya Capai Rp 70 Juta

Dijelaskan Himawan, tidak semua pelanggan melakukan komplain dan memilih tidak menggunakan program relaksasi PLN.

“Dalam pelaksanaannya kami diskusi ke pelanggan, tidak semua pelanggan memohon relaksasi karena kenaikan tak signifikan. Mereka langsung bayar saja,” ungkap Himawan.

Lebih jauh Himawan juga menyampaikan, saluran layanan ini dapat diakses 24 jam dan memiliki jam operasional jawab mulai dari pukul 09.00 – 16.30 WIB. Selain itu, dalam melakukan pelaporan pelanggan diminta untuk atau diwajibkan menyertakan Id Pelanggan dan foto Angka Stan kWh Meter yang ada di rumah sesuai id pelanggan yang dilaporkan.

“Kami telah menyiapkan 34 saluran penanganan keluhan tagihan listrik di setiap Kantor Unit Layanan Pelanggan PLN tersebar pada provinsi Riau dan Kepulauan Riau,” tambah Himawan.

Sebelumnya Gubernur Riau Syamsuar telah menggelar rapat dengan PLN, Selasa (9/6) dan mendapatkan penjelasan terkait Skema Perhitungan Rekening Listrik pada saat kegiatan PSBB berlangsung.

Parah, Korban Perdagangan Manusia Dijadikan PSK, Seorang Masih di Bawah Umur, Tarif Rp 200 Ribu

“Pada awal bulan Maret dikarenakan COVID-19 ini mereka melarang pegawainya untuk mengecek secara langsung ke rumah pelanggan untuk memutus rantai COVID-19. Dengan itu, PLN hanya menggunakan perhitungan rata-rata,”ujar Syamsuar.

Kemudian pada saat PSBB berakhir PLN melakukan pencatatan meter secara langsung yang membuat lonjakan pada tagihan rekening listrik bulan Juni 2020. “Karena saat imbauan di rumah saja tentu banyak kegiatan yang dilakukan dirumah, apalagi bulan suci Ramadhan pasti ada peningkatan,” ucap Syamsuar.

( Tribunpekanbaru.com / Rino Syahril )

Penulis: Rino Syahril
Editor: Ilham Yafiz
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved