Positif Covid 19 di Riau Bertambah
Pengajuan Proposal Protokol Kesehatan Covid-19 untuk Hotel Tidak Ada Kendala
"Berapa hotel yang sudah mulai beroperasi datanya kita belum ada, tapi sudah hampir semuanya mulai beroperasi,"ujar Nofrizal kepada Tribun, Jumat (9/6
Penulis: Rino Syahril | Editor: Nolpitos Hendri
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Pada masa new normal Pandemi Covid-19 di Pekanbaru, beberapa Hotel yang mengajukan proposal Protokol Kesehatan Covid-19 tidak ada mengalami kendala.
Kemudian hotel yang sempat berhenti beroperasi kembali beroperasi.
Menurut Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Riau Nofrizal, saat New Normal, hotel-hotel yang sempat stop beroperasi sudah mulai kembali beroperasi.
"Berapa hotel yang sudah mulai beroperasi datanya kita belum ada, tapi sudah hampir semuanya mulai beroperasi,"ujar Nofrizal kepada Tribun, Jumat (9/6).
Jadi selama beroperasi dalam masa new normal kata Nofrizal, seluruh hotel di Indonesia ini harus mengajukan Proposal Protokol Kesehatan Covid-19 ke DPMTSP dan mengikuti Protap yang dikeluarkan oleh PHRI Pusat.
"Proposal itu sudah diajukan hampir semua hotel, sampai saat ini kita belum ada laporan keluhan atau kendala dari manajemen hotel dalam mengajukan proposal," ucap Nofrizal.
Ketika ditanya apakah para karyawan yang sempat dirumahkan sudah dipekerjakan kembali?
Nofrizal menyatakan pihaknya belum mendapat laporan sampai saat ini.
Terkait bisnis yang dilakukan saat pademi Covid-19 ini, Nofrizal menyatakan bisnis yang dilakukan tetap sama dan ada sedikit pergeseran terutama dalam pembelian makanan di restoran hotel yang menyediakan delivery.
General Manager Grand Elite Hotel Pekanbaru Lusiyanti mengatakan saat New Normal ini pihaknya sudah mengajuka proposal Protokol Kesehatan Covid-19.
"Sesuai Perwako New Normal proposal itu diajukan ke DPMPTSP. Pengajuan proposal tidak sulit dan tidak ada kendala," ujarnya.
Lusi juga menyampaikan saat Pandemi Covid-19 ini ada sedikit pergeseran bisni dilakukan, sebab saat ini pelanggan sangat memperhatikan safety dan hygine makanan.
"Oleh karena itu dari service dan packaging itulah kita akan ikuti protokol kesehatan, untuk acara kita batasi 50 persen dari total kapasitas ruangan dan sistem prasmanan diambil langsung oleh petugas dengan antrian berjarak," ucapnya.
Kemudian penjualan lebih dikencangkan terutama promo delivery.
"Untuk restaurant sendiri social distancing sangat diutamakan sehingg Buffee Breakfast ditiadakan tapi langsung diantar kekamar," ungkapnya.
Sementara itu untuk Hotel yang sudah kembali beroperasi diantaranya Hotel Amaris.
"Hotel kami mulai beroperasi kembali sejak 4 Juni dan kita sudah mengajukan proposal Protokol Kesehatan Covid-19. Proposal yang kita ajukan tidak ada kendala," ujar Manager Hotel Amaris Pekanbaru Yusrin Azwan.
Untuk karyawan yang sempat dirumahkan tambah Yusrin semuanya sudah kembali masuk kerja.
"Jadi tidak ada lagi karyawan kita rumahkan," ucapnya.
Positif Covid 19 di Riau Bertambah
Juru bicara gugus tugas penanganan Covid-19 di Kuansing, Riau, dr Amelia Nasrin membenarkan adanya kasus positif Covid-19 di Kuansing.
Hal ini disampaikan dalam group WhatsApp penanganan Covid-19 di Kuansing.
“Iya pak. Ada 3 orang yang konfirmasi positif tapi kami belum dapat info resmi nama yang positif,” kata dr Amelia, Jumat malam (12/6/2020).
Sebelumnya, seorang jurnalis di Kuansing menshare di group WhatsApp soal informasi yang menyebut adanya tiga pasien positif covid-19 hasil swab.
Tiga pasien positif tersebut merupakan bagian dari 14 orang yang menjalani tes swab hasil tracking pasien positif covid-19, nonya TJM.
Seperti diketahui, pasien nomor 120, perempuan, inisial TJM, 40 tahun pernah berkunjung ke Kuansing.
TJM ditetapkan pasien positif pada Selasa (9/6/2020).
Saat ini sang pasien dirawat di salah satu rumah sakit di Pekanbaru.
Dr Amelia mengatakan pihaknya masih menunggu informasi resmi dari RSUD Arifin Achmad.
Dikatakannya, informasih tiga pasien positif tersebut didapat dari RSUD Arifin Achmad.
“Hasil resmi beli dapat pak. Tadi baru pertelpon ddari gugus tugas propinsi (Riau). Magrib tadi (teleponan) pak.
Ketua (Raung) Pinere kita yang ditelpon oleh jubir gugus tugas propinsi,” jelasnya.
Dr Amelia memastikan pihaknya akan segera menyampaikan informasi detail terkait kasus tiga pasien positif ini
“Setelah dapat info resmi, akan kita sampaikan,” katanya.
Seperti diketahui, pasien nomor 120, perempuan, inisial TJM, 40 tahun pernah berkunjung ke Kuansing.
TJM ditetapkan pasien positif pada Selasa (9/6/2020).
Saat ini sang pasien dirawat di salah satu rumah sakit di Pekanbaru.
Hasil tracking, sebanyak 14 orang di Kecamatan Singingi Hilir, Kuansing yang menjalani swab karena diduga kontak erat dengan pasien TJM.
Pulang dari Abu Dhabi Tuan GM Warga Inhil Positif Covid-19, Nyonya TJM Sempat ke Tarutung
Seorang warga Indragiri Hilir, Riau inisial GM umur 32 tahun diumumkan positif Covid-19 bersama nyonya TJM pada Rabu (10/6/2020).
GM sempat memiliki riwayat perjalanan dari Abu Dhabi dan transit di Jakarta pada tanggal 21 Mei lalu menuju ke kota Pekanbaru.
Selanjutnya, pasien positif ke 120 nyonya TJM (40) warga kota Batam yang berkunjung ke Riau.
Nyonyah TJM saat ini sudah diisolasi dan dirawat di Pekanbaru.
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Riau dr. Indra Yovi, Rabu (10/6/2020), mengungkapkan, pasien yang terkonfirmasi positif dan tanpa gejala tersebut, kebanyakan merupakan dari pasien dari klaster Santri Pondok Pesantren Magetan, Jawa Timur dan kluster kepulangan Mahasiswa Arab Saudi.
"Ada 22 pasien tidak memiliki gejala. Sementara pasien lain ada yang bergejala ringan, mulai batuk ringan nyeri tenggorokan, flu ringan itu, itu masuk dalam gejala covid-19 yang ringan," katanya.
Tidak hanya itu, kehilangan kemampuan untuk mencium aroma atau bau, jadi bau itu agak hilang, itu termasuk bagian dari gejala covid-19.
"Makanya, gejala covid-19 ini sangat luas, dari paling ringan, sampai paling berat," ujarnya.
Seperti diketahui, hingga saat ini di Provinsi Riau total kasus pasien positif Covid-19 mencapai 120 orang.
Rincian 7 pasien masih dirawat, kemudian 107 pasien sembuh dan sudah pulang serta ada 6 pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia.
Gubernur Riau Syamsuar menambahkan, saat ini Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Riau berjumlah 3.771 dari total ODP 72.040 sedangkan selesai pemantauan sebanyak 68.296.
Selanjutnya, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang masih dirawat sebanyak 49 orang, pulang dan sehat 1.328 orang dan meninggal 164 orang dari total 1.541 orang.
“Pasien positif yang masih dirawat sebanyak tujuh orang pulang dan sehat 107 orang dan meninggal enam,” ujarnya.
Syamsuar menjelaskan rincian dari penambahan kasus positif tersebut, yaitu positif ke 119 tuan GM umur (32) merupakan warga Indragiri Hilir (Inhil).
GM saat ini sudah diisolasi dan dirawat rumah sakit di Tembilahan.
Tuturnya, GM sempat memiliki riwayat perjalanan dari Abu Dhabi dan transit di Jakarta pada tanggal 21 Mei lalu menuju ke kota Pekanbaru.
Selanjutnya, pasien positif ke 120 nyonya TJM (40) warga kota Batam yang berkunjung ke Riau.
Nyonyah TJM saat ini sudah diisolasi dan dirawat di Pekanbaru.
“Pasien ke 120 ini sempat memiliki riwayat perjalan ke Tarutung Sumatera Utara (29/02/20), dari Tarutung sempat singgah ke Taluk Kuantan (16/03/20),” paparnya.
Sedangkan untuk kabar baiknya, empat pasien sembuh tersebut yaitu tuan A (39) warga Meranti, tuan M (41) warga Meranti, nona SN (17) warga Meranti dan tuan HW warga Natuna Kepulauan Riau.
Positif Covid-19 di Riau Bertambah - Tribunpekanbaru.com / Rino Syahril.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/guru-mulai-masuk-sekolah-wakil-rakyat-new-normal-pendidikan-harus-dengan-protokol-kesehatan-ketat.jpg)