Breaking News:

STORY

Alumni Sekolah Marjinal Bersyukur Dapat Pendidikan, Kini Jadi Kebanggaan di Pedalaman TNBT (Part II)

Tiga alumni melanjutkan estafet perjuangan pendidikan anak-anak di pedalaman TNBT, terbitnya pelita baru bagi anak-anak pedalaman TNBT.

Istimewa
Staf PKHS mengajar di Sanggar Belajar Datai pada tahun 2004. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, RENGAT - Pusat Konservasi Harimau Sumatera (PKHS) menginsiasi pembentukan Yayasan Pelita Talang Mamak.

Yayasan tersebut dibentuk dengan harapan anak-anak suku Talang Mamak di pedalaman TNBT tetap bisa mendapatkan pendidikan.

Dalam pembentukan yayasan itu, PKHS mengajak tiga orang alumni sangar belajar Sadan dan Datai, mereka adalah Lion Khairin, Lely, dan Jumiarti.

Mereka bertiga diharapkan menjadi pembawa pelita bagi adik-adik mereka di pedalaman TNBT.

Sesuai dengan rapat yang dilakukan bersam PKHS, susunan kepengurusan Yayasan Pelita Talang Mamak yang disepakati terdiri dari pembina yang dijabat oleh, Agus Subagyo, dan Ahmad Fanani.

Petugas PKHS mengilir (pulang) dari Dusun Datai dengan menggunakan rakit ke pusat Desa Rantau Langsat selama dua hari satu malam menyusuri Sungai Gansal.
Petugas PKHS mengilir (pulang) dari Dusun Datai dengan menggunakan rakit ke pusat Desa Rantau Langsat selama dua hari satu malam menyusuri Sungai Gansal. (Istimewa)

Kemudian pengurus inti yang terdiri dari ketua yang dijabat oleh, Lion Khairin.

Sekretaris yang dijabat oleh, Jumiati dan Sulaiman, serta bendahara yang dijabat oleh Lely.

Kemudian ada juga pengawas yang dijabat oleh Mulyadi dan Sumarto.

Lion Khairin kini sudah menjadi pengajar di bawah Yayasan Al Hijrah Indragiri.

Lion memang terikat di Yayasan Al Hijrah Indragiri, pasalnya ia mendapat beasiswa dari yayasan tersebut hingga menamatkan pendidikan dari salah satu Pondok Pesantren di Boyolali, Jawa Tengah.

Halaman
123
Penulis: Bynton Simanungkalit
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved