Dumai

Dijanjikan Upah Rp 10 Juta, Dua Tersangka Asal Rupat Ini Tergoda untuk Menyeludupkan Sabu 32 Kg

Diketahui RI (26) warga Rupat, Bengkalis yang kesehariannya berprofesi sebagai petani dan MY (34) warga Kota Dumai yang berprofesi sebagai nelayan.

Tribun Pekanbaru/Doni Kusuma
Ekpose kasus penyelundupan Sabu seberat 30 Kilogram lebih di Kantor Bea dan Cukai Dumai, Senin (15/6) 

TRIBUNPEKANBARU.COM, DUMAI- Berdasarkan pengungkapan penyeludupan narkotika jenis sabu Kantor Pengawas dan Penindakan Bea Cukai (KPPBC) Dumai bersama POMAL, Lanal Dumai dan BBN Pusat berhasil mengamankan dua pelaku berinisial RI (26) dan MY (34).

Diketahui RI (26) warga Rupat, Bengkalis yang kesehariannya berprofesi sebagai petani dan MY (34) warga Kota Dumai yang berprofesi sebagai nelayan.

Dalam pres rilis nya di aula Bea Cukai Dumai, yang langsung dipimpin oleh Kepala Bea Cukai Dumai, Fuad Fauzi, dan turut hadir Kapolres Dumai, AKBP Andri Ananta Yudisthira, Perwakilan Lanal Dumai, BNNK Dumai, dan Pomal Dumai, pada Senin (15/6/2020).

Kepala Bea Cukai Dumai, Fuad Fauzi, mengungkapkan, ‎berdasarkan keterangan kedua tersangka, mereka diberi upah masing-masing sebesar Rp 10 juta jika berhasil menyeludupkan barang haram tersebut.

"Berdasarkan keterangan para pelaku mereka akan diberikan upah sebesar Rp 10 juta setiap orang jika berhasil menyeludupkan narkotika jenis sabu-sabu ini, ke dumai," katanya.

Bandar dan Kurir Sabu-sabu Dibekuk Polres Pelalawan Riau di Desa Lubuk Kembang Bunga Ukui

Berkedok Ormas Anti Narkoba, Pria 32 Thn di Pelalawan Dicokok Polisi, Diduga Jadi Pengedar Sabu-sabu

Terkait ada dugaan bahwa para pelaku ada keterlibatan dengan pengungkapan berapa kasus penyeludupan di Riau, tambahnya, tim gabungan masih melakukan penyelidikan akan hal tersebut.

"Para pelaku mengakui baru satu kali menjalankan aksi tersebut. Namun kita akan terus melakukan pengembangan. Sebab, kita menduga bahwa RI warga Rupat telah beberapa kali melakukan aksi penyeludupan," jelasnya.

Fuad menambahkan, pihaknya juga sedang melakukan pengembangan terkait pemesan puluhan kilo barang haram tersebut. Sebab, para pelaku mengaku bahwa mereka diberi tugas untuk membawa narkotika jenis sabu itu dipinggir perairan Dumai.

"Dimana nanti narkotika ini akan dijemput oleh seseorang yang masih dalam pengembangan kita, mudah-mudahan segera bisa kita ungkap," terangnya.

‎Dirinya menjelaskan wilayah perbatasan yang secara geografis masih terdapat begitu banyak celah, rupanya masih menjadi peluang besar mereka untuk menyelundupkan barang barang haram ke Wilayah Nusantara. Tidak lupa, mereka berupaya melibatkan masyarakat setempat sebagai kurir atau transporter barang barang haram tersebut.

Halaman
12
Penulis: Donny Kusuma Putra
Editor: CandraDani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved