Breaking News:

New Normal di Riau

Beberapa Jenis Bahan Makanan Sudah Bisa Impor Melalui Pelabuhan Selatpanjang

Para pelaku usaha di Kabupaten Kepulauan Meranti, khususnya yang berada di Kota Selatpanjang diberi angin segar,

Penulis: Teddy Tarigan
Editor: Ilham Yafiz
Tribunpekanbaru/TeddyTarigan
Suasana Pelabuhan Tanjung Harapan, Selatpanjang, Kepulauan Meranti, Jumat (24/4/2020) -- 

TRIBUNPEKANBARU.COM, MERANTI - Para pelaku usaha di Kabupaten Kepulauan Meranti, khususnya yang berada di Kota Selatpanjang diberi angin segar, pasalnya sejumlah bahan makanan diperbolehkan impor (memasok barang dari luar negeri) asalkan bisa memenuhi ketentuan.

Hal ini setelah Kementerian Pertanian (Kementan) menetapkan pelabuhan di Selatpanjang, Kepulauan Meranti sebagai pelabuhan resmi di Propinsi Riau untuk lalu lintas hewan dan tumbuhan sebagai pelabuhan resmi di Propinsi Riau.

Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan Balai Karantina Pertanian Pekanbaru Ferdi, mengatakan penetapan kawasan itu bersamaan dengan penetapan tujuh pelabuhan lainnya di Propinsi Riau.

"Iya, Berdasarkan Permentan, Pelabuhan Selatpanjang sudah ditetapkan sebagai pelabuhan resmi lalu lintas hewan. Sedangkan untuk pelabuhan impor juga sudah kita ajukan kemaren," kata Ferdi.

Sementara itu Kepala Kantor Balai Karantina Pertanian Hewan dan Tumbuh-tumbuhan (Barantan) Kelas II Pekanbaru, Wilayah Kerja (Wilker) Selatpanjang, drh Abdul Aziz Nasution mengatakan bahwa pelabuhan di Kota Selatpanjang memang sudah resmi bisa digunakan sebagai tempat pemasukan dan pengeluaran bagi media pembawa hama dan penyakit hewan karantina (HPHK) dan organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK). Hal itu tertuang di dalam Peraturan Menteri Pertanian Nomor 20 Tahun 2019.

Ceburkan Diri ke Kanal, Remaja di Inhil Diserang Buaya, Berteriak Minta Tolong

"Impor untuk barang tertentu sudah diperbolehkan asal para pengusaha mengurus izin atau menyiapkan surat menyuratnya. Karena barang yang masuk dari luar negeri seperti Malaysia akan kita cek surat dan hasil laboratorium, kecuali jika ada yang dicurigai, maka itu akan kita uji ulang," ungkap Abdul Azis.

Dijelaskan Abdul Azis, adapun barang yang diperbolehkan masuk seperti Telur, jenis kacang-kacangan dan cabe kering dibolehkan masuk dari Malaysia. Namun ada juga sebagian barang lainnya yang tidak dibolehkan masuk dan itu sesuai ketentuan.

"Yang tidak boleh masuk itu seperti buah-buahan dari luar negeri (impor) dan jenis buah umbi lapis serta daging," jelasnya.

Terkait kabar yang menggembirakan bagi para pengusaha ini Abdul Aziz juga mengatakan sudah dilakukan sosialisasi.

"Terhadap adanya peraturan ini tentu sangat menggembirakan bagi para pengusaha, dan ini sudah kita sosialisasikan kepada para agen. Bahkan sudah ada yang mengimpor kacang kedelai sebanyak 20 Ton," ujar Aziz.

Uji Klinis Awal Dexamethasone, Kortikosteroid Terbukti Mampu Selamatkan Pasien Kritis Covid-19

BREAKING NEWS: Posko Covid-19 di Pelalawan Diperpanjang, Tak Pakai Masker Disuruh Putar Balik

Saat disinggung terkait ribuan butir telur diduga berasal dari Malaysia yang diamankan pihaknya beberapa waktu lalu, Abdul Azis mengaku bahwa barang tersebut tidak dilengkapi dengan surat menyurat.

"Pemiliknya pun hingga kini belum diketahui karena belum ada yang mengaku siapa yang punya," bebernya.

Kata Abdul Azis pula, dengan terbitnya peraturan Mentan Pertanian yang ba Begini ru tersebut tentunya memberi kemudahan kepada masyarakat terutama para pengusaha di kabupaten bungsu di Riau itu.

"Kalau dulu kita juga bingung, karena melarang barang dari luar masuk tapi tanpa memberikan solusi. Kalau sekarang dibolehkan masuk asal mereka bisa melengkapi surat menyuratnya," tutupnya.

( Tribunpekanbaru.com / Teddy Tarigan )

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved