Senin, 4 Mei 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Kremlin Berjanji Dukung Program Nuklir Iran, Rusia: Washington Tak Punya Hak untuk Menghukum Iran

Lavrov bahkan menuduh Amerika Serikat (AS) berusaha "memanipulasi" Dewan Keamanan PBB untuk menekan Iran.

Tayang:
Elitereaders.com
NUKLIR 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Rusia berjanji untuk mendukung sekutunya Iran dan menolak upaya untuk mempromosikan agenda anti-Iran di tengah ketegangan atas program nuklir Teheran.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengeluarkan pernyataan tersebut usai menerima kunjungan Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif di Moskow, Selasa (16/6).

"Kami akan melakukan segalanya sehingga tidak ada yang bisa menghancurkan perjanjian ini," kata Lavrov mengacu kesepakatan nuklir Iran 2015 seperti dikutip The Moscow Times. 

Lavrov bahkan menuduh Amerika Serikat (AS) berusaha "memanipulasi" Dewan Keamanan PBB untuk menekan Iran.

"Washington tidak punya hak untuk menghukum Iran dengan memanfaatkan Dewan Keamanan PBB," tegasnya.

Rencana AS untuk memperpanjang embargo senjata di Republik Islam itu bertentangan dengan hukum internasional. "Rusia akan dengan tegas menentang segala upaya untuk mempromosikan agenda anti-Iran," ujar dia.

Zarif menggambarkan perkembangan di sekitar kesepakatan nuklir Iran dengan kekuatan dunia termasuk AS, yang secara resmi bernama Rencana Aksi Komprehensif Bersama, sebagai "sangat berbahaya".

AS juga menggunakan IAEA 

Menurutnya, Iran telah berkomitmen untuk mengekang kegiatan nuklirnya untuk keringanan sanksi dan manfaat lainnya.

Namun, Teheran perlahan-lahan meninggalkan komitmennya sejak keputusan Presiden AS Donald Trump dua tahun lalu yang membatalkan kesepakatan nuklir dan menerapkan kembali sanksi terhadap Iran.

Iran memperkaya uranium yang sekarang hampir delapan kali lipat dari batas yang perjanjian 2015 tetapkan, mengacu penilaian Badan Energi Atom Internasional (IAEA), pengawas nuklir PBB.

Hanya, tingkat pengayaannya masih jauh di bawah yang dibutuhkan untuk senjata nuklir.

Meski begitu, Kepala IAEA pada Senin (15/6/2020) meminta Iran untuk memungkinkan akses cepat ke dua lokasi di mana aktivitas nuklir masa lalu mungkin telah terjadi.

Zarif menyiratkan AS juga menggunakan IAEA untuk memajukan kepentingannya sendiri.

"Iran tidak akan membiarkan IAEA menjadi instrumen penyalahgunaan bagi negara-negara yang ingin membatalkan perjanjian Iran dan menghancurkan semua kewajiban internasional," katanya.

Dia menambahkan, Iran telah sepenuhnya bekerjasama dengan IAEA.

(*)

Sumber: Kontan

Sumber: Kontan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved