Breaking News:

Puluhan Penumpang Kapal dari Karimun Menuju Buton Terjebak di Selatpanjang, Ini Jadi Penyebabnya

Memang ada penumpang yang transit, tapi kita sudah sampaikan ke operator bahwa pelabuhan buton ditutup ted, kalau penumpang nekad juga

Penulis: Teddy Tarigan | Editor: Nolpitos Hendri
Tribun Pekanbaru/Teddy Tarigan
Puluhan Penumpang Kapal dari Karimun Menuju Buton Terjebak di Selatpanjang, Ini Jadi Penyebabnya. Foto: Penumpang dari Tanjung Balai Karimun terhenti di pelabuhan Tanjung Harapan Kamis (18/6/2020). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, MERANTI - Ditutupnya operasional Pelabuhan Desa Mengkapan, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak membuat operasioal angkutan umum laut Kepulauan Meranti tujuan Pekanbaru via Mengkapan tidak bisa dilalui.

Bahkan hal itu sempat membuat penumpang yang hendak ke Buton dari Tanjung Balai Karimun 'terjebak' di pelabuhan Selatpanjang pada Kamis (18/6/2020).

Hal ini dijelaskan oleh Petugas Lalu Lintas Angkutan Laut dan Usaha Kepelabuhanan, KSOP Kelas II Selatpanjang, Ade Kurniawan kepada tribun, Jumat (19/6/20) siang.

Walaupun demikian Ade mengatakan sebelumnya para penumpang tersebut sudah diingatkan bahwa pelabuhan Tanjung Buton masih ditutup hingha saat ini.

"Memang ada penumpang yang transit, tapi kita sudah sampaikan ke operator bahwa pelabuhan buton ditutup ted, kalau penumpang nekad juga masuk selatpanjang utk transit, ini tak bisa diktakan telantar, mereka sendiri yang mau masuk selatpanjang, karena operator juga udah menyampaikan bahwa kapal sampai tujuan akhir selatpanjang," ujar Ade.

Dari informasi yang diterima ada 38 penumpang yang sempat nekad berangkat dan hanya terhenti di pelabuhan Tanjung Harapan. Daei informasi yang didapat Ade bahwa sebagian penumpang tersebut ada yang sudah kembali hari ini.

"Ini yang tak tau pasti, dengar kabar sebagian ada yang pulang tadi," pungkas Ade.

Penutupan itu dikatakan Ade menindaklanjuti surat dari Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Riau yang mengintruksikan operasional pelabuhan tersebut ditutup sementara sampai proses pekerjaan rehabilitasi selesai.

Sebelumnya Bupati Kepulauan Meranti, Drs H Irwan juga cukup kecewa terkait kebijakan penutupan pelabuhan tersebut

Irwan mengatakan kebijakan tersebut diambil sepihak tanpa berkoordinasi terlebih dahulu.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved