Siak

Istana Siak Kembali Dibuka, Hari Pertama Dikunjungi 140 Wisatawan, Ustadz Abdul Somad Titip Pantun

Kepala Dinas Pariwisata Siak Fauzi Asni mengatakan, dari 140 pengunjung 40 di antaranya adalah anak-anak.Ia memprediksi pengunjung bakal bertambah

Instagram/ustadzabdulsomad_official
Ustadz Abdul Somad (baju merah lengan panjang) dan rombongan saat berkunjung ke Istana Siak, sebagaimana diupload di akun media sosialnya Senin (22/6/2020) 

TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Istana Siak atau dikenal dengan  Istana Asserayah Hasyimiah (Matahari Timur) telah dibuka dikembali sejak Senin (22/6/2020). Hari pertama buka tercatat ada sebanyak 140 wisatawan yang berkunjung.

Kepala Dinas Pariwisata Siak Fauzi Asni mengatakan, dari 140 pengunjung 40 di antaranya adalah anak-anak. Untuk hari pertama buka setelah 3 bulan tutup cukup memberikan kesan. Ia memprediksi hari-hari berikutnya pengunjung bakal terus bertambah.

"Tentu kita bersyukur istana Siak bisa kembali kita buka. Ini menandakan bahwa kita telah menerapkan new normal, di mana kita terus produktif tetapi aman dari penularan Covid 19," kata Fauzi Asni, Selasa (23/6/2020).

Fauzi menjelaskan, dengan jumlah kunjungan itu memberikan income kepada daerah sebesar Rp 1,2 juta. Hasil ini lumayan banyak pada hari pertama buka.

WISATA RIAU: Benda Langka di Istana Siak, dari Alat Musik Eropa Hingga Keramik China

"Jika dibandingkan dengan hari-hari biasa sebelumnya tentu jumlah kemarin lebih sedikit. Namun jika kita ukur dengan suasana saat ini jumlah kunjungan hari pertama ini termasuk banyak," kata dia.

Dibukanya kembali istana Siak untuk umum juga dengan mengikuti protokol kesehatan Covid-19. Pengunjung yang datang diwajibkan pakai masker. Saat hendak masuk, pengunjung disuruh mencuci tangan di tempat yang disediakan petugas.

"Kita juga menyediakan tenda antrean. Masuk ke istana Siak hanya diperbolehkan 25 orang selama 30 menit. Kemudian berlanjut dengan pengunjung lain yang sudah menunggu antrean di dalam tenda," kata dia.

Sementara itu Bupati Siak Alfedri menerangkan kabupaten Siak sudah masuk ke dalam tahap menuju new normal. Hal itu dilakukannnya berdasarkan rasio penularan lokal dengan kasus positif adalah nol, sementara saratnya di bawah 1 untuk bisa diterapkan new normal.

"Penularan lokal di Siak nol sementara kasus positif dari awal hingga sekarang ada 4 kasus. Jadi nol dibagi 4 hasilnya tetap nol, karena itu kita bisa memberlakukan normal baru," ungkapnya.

Istana Siak Segera Dibuka usai Ditutup Akibat Wabah Covid-19, Ini Ketentuannya Bagi Pengunjung

Sementara Ketua Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) Cabang Riau dr Wildan Asfan Hasibuan Kabupaten Siak mengaku sudah siap untuk menerapkan tatanan normal baru produktif dan aman Covid-19.

Halaman
12
Penulis: Mayonal Putra
Editor: CandraDani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved