Breaking News:

Berita Riau

Kajari Kuansing Riau Bicara Perkembangan Kasus Dugaan Korupsi Rp10,4 M dan Dua Perkara Rasuah Lain

Kajari Hadiman melanjutkan, berkas kasus ini sudah P-16. Artinya surat perintah penunjukan JPU untuk mengikuti perkembangan penyidikan.

TRIBUNPEKANBARU/PALTI SIAHAAN
Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kuansing, Hadiman 

Mantan anggota DPRD Kuansing periode lalu juga ada yang diperiksa.

Kajari Hadiman melanjutkan, berkas kasus ini sudah P-16. Kondisi P-16 artinya surat perintah penunjukkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk mengikuti perkembangan penyidikan.

Hardiman juga berbicara soal Covid-19. Ternyata pandemi Covid-19 ini menghalangi pihaknya dalam mempercepat pemberkasan.

Soal pemberkasan para tersangka, katanya, hanya masalah administrasi saja dan bisa dipercepat.

"Masalahnya, kalau sudah P21, para tersangka harus kita masukkan (ke Rutan). Satu sisi, ada aturan Menkumham soal larangan Rutan terima tahanan baru untuk sementara waktu," ucapnya.

Sembari melengkapi berkas para tersangka, pihaknya pun berharap ada kebijakan baru dari Menkumham soal tahan baru.

"Mudah-mudahan corona ini cepat berlalu," harapnya.

Total nilai enam kegiatan tersebut pada Dokumen Pelaksana Anggaran (DPA) dan Dokumen Pelaksanaan Perubahan Anggaran (DPPA) yakni sebesar Rp 13.300.600.000.

Sedangkan realisasi anggaran sebesar Rp 13.209.590.102.

Padahal anggaran yang dikeluarkan hanya sebesar Rp 2.449.359.263 dan pajak sebesar Rp 357.930.313. Sehingga terdapat selisih bayar atau kerugian negara Rp 10.462.264.516.

Halaman
123
Penulis: Dian Maja Palti Siahaan
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved