Breaking News:

Olahraga Lokal

Cabor Renang, Panjat Tebing Zona Merah, Belum Pasti Dipertandingkan di Porprov X

Dua cabor yang sebelumnya masuk dalam daftar pertandingkan di Porprov X Riau, masuk zona merah oleh tuan rumah, Kabupaten Kuansing.

Dokumentasi Tribun Pekanbaru / Rino Syahril
Ilustrasi Panjat Tebing 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Dua cabor yang sebelumnya masuk dalam daftar pertandingkan di Porprov X Riau, masuk zona merah oleh tuan rumah, Kabupaten Kuansing.

Kedua Cabor itu, masing-masing cabang renang dan panjat tebing, ternyata masuk zona merah oleh tuan rumah, Kabupaten Kuansing.

Masuk zona merah atau cabor yang masih dipertimbangkan untuk dipertandingkan, dengan alasan ketersediaan venuenya, masih belum jelas. Sebab hal ini berkaitan dengan anggaran.

Karenanya, KONI Riau terus memantau persiapan Porprov X Riau, tuan rumah Kabupaten Kuansing. Meski pelaksanaannya masih lama, yakni tahun 2022 mendatang, namun sejumlah persiapan harus dimatangkan sejak sekarang.

"persiapan yang paling utama adalah mengenai jumlah cabor yang dipertandingkan. Implikasinya agar semua daerah peserta Porprov, bisa mempersiapkan diri dari sekarang," kata Ketua KONI Riau Emrizal Pakis, Kamis (25/6/2020) kepada Tribunpekanbaru.com.

Menurut Emrizal, tuan rumah Kuansing harus mempertandingkan dua cabor yang dimasukkan zona merah tersebut. Jika alasannya karena ketersediaan venue, maka bisa dicarikan jalan keluarnya.

Seperti halnya cabor renang. Jika memang Pemkab Kuansing tidak memiliki dana untuk membangun venuenya, maka bisa dipertandingkan di luar Kabupaten Kuansing. Meski dipertandingkan di luar Kuansing, KONI Riau memastikan tidak ada istilah tuan rumah bersama.

"Di Pekanbaru kan banyak kolam renang. Bisa saja dipertandingkan di Pekanbaru dengan Panpelnya tetap dari Kuansing, bukan dari Pekanbaru. Khawatir disebut tuan rumah bersama, itu tidak ada. Tetap Kuansing tuan rumah tunggal, hanya venue nya di Pekanbaru (sistem sewa)," terangnya.

Begitu halnya juga dengan cabor panjang tebing. Jika memang kesulitan membangun venue lengkap dengan kelas di panjat tebing, maka bangun saja satu atau untuk dua kelas.

"Biar pun hanya satu kelas atau dua kelas, yang jelas dipertandingkan di Porprov X. Kalau seperti ini kan nggak ada masalah. Itu yang kita sarankan ke Bidang Pertandingan PB Porprov dalam rapat kemarin," sebutnya.

KONI Riau mengharapkan, pada rapat selanjutnya, Kuansing sudah bisa memaparkan kesiapan mereka, plus masukan dari jajaran pengurus KONI Riau. Sehingga tidak terjadi perdebatan di kemudian hari.

Dalam rapat KONI Riau dengan Bidang Pertandingan PB Porprov X Riau, awal pekan kemarin, diusulkan tambah 2 cabor dipertandingkan. Sehingga jika tuan rumah sanggup, maka total cabor yang dipertandingkan menjadi 29 cabang.

( Tribunpekanbaru.com / Syafruddin Mirohi )

Penulis: Syafruddin Mirohi
Editor: Ilham Yafiz
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved