Breaking News:

News Video

VIDEO: Memprihatinkan, Kondisi Jalan Lintas Dumai-Rohil Riau Rusak Parah, Perbaikan Secara Swadaya

jalan lintas Provinsi yang menghubungkan Dumai dengan Rohil, kondisinya sangat memprihatinkan, bahkan dibeberapa titik, terlihat masyarakat terpaksa

Penulis: Donny Kusuma Putra | Editor: David Tobing

TRIBUNPEKANBARU.COM, DUMAI - Jalan merupakan objek vital bagi jalanya perekonomian masyarakat, pasalnya semakin baik kondisi jalan maka akan semakin baik pula perekonomian berjalan di suatu daerah. 

Namun berbeda dengan kondisi Jalan lintas Provinsi yang berada di Kelurahaan Basilam Baru Kecamatan Sungai Sembilan, jalan lintas ini menghubungkan kota Dumai ‎dengan Kabupaten Rokan Hilir. 

Kondisi jalan yang memprihatinkan‎ ini merupakan akses utama masyarakat Kelurahaan Basilam Baru, terutama masyarakat di 10 Rukun Tetangga (RT) dari 22 RT yang ada di Kelurahaan Basilam Baru. 

Bahkan saat Tribunpekanbaru melihat kondisi dilapangan pada Kamis (25/6/2020),  jalan lintas Provinsi yang menghubungkan Dumai dengan Rohil, kondisinya sangat memprihatinkan, bahkan dibeberapa titik, terlihat masyarakat terpaksa membuat jembatan menggunakan batang pohon secara Swadaya diatas jalan ‎yang putus. 

Bukan hanya itu saja, para pengendara berboncengan ketika hendak melewati jalan lintas berlubang serta berlumpur ini, harus turun berjalan kaki, untuk menghindari kendaraannya agar tidak digelincir.

‎Melihat pengendara dan masyarakat tergelincir dijalan berlumpur seperti pemadangan yang lumrah, karena memang kondisi jalan licin, bahkan ketika di guyur hujan kondisinya akan semakin memburuk. 

Kondisi jalan berlumpur dan berlubang bahkan sempat tergenang air yang berlangsung kurang lebih 1 bulan lamanya ini, membuat Ketua Lembaga pemberdayaan masyarakat kelurahaan (LPMK) ‎Basilam Baru, Muhamad Isnaini Ramadhan gerah dan angkat bicara. 

Ia mengaku, kondisi jalan yang memprihatinkan ini sudah berjalan sekitar 1 bulan lamanya, bahkan banyak masyarakat Basilam Baru yang harus merugi akibat hasil pertaniaannya berupa tandan buah segar (TBS) kelapa Sawit, tidak bisa keluar. 

"Banyak buah sawit masyarakat yang tidak terangkut oleh para agen-agen Sawit, karena tidak bisa menjangkau tempat-tempat buah sawit petani, disebabkan jalan yang rusak parah," katanya, Kamis. 

Dirinya ‎menerangkan, agar masyarakat bisa tetap melewati jalan dibeberapa titik yang sangat hancur, pihaknya terpaksa membuat jembatan dari batang pohon di atas jalan, bukan diatas sungai. 

"Jadi memang dari swadaya masyarakat kami mencoba untuk memperbaiki beberapa jalan yang putus dengan cara membuat jembatan dan meletakan batang-batang pohon di badan jalan," sebutnya. 

Isnaini mengaku, LPMK sudah melaporkan kondisi jalan provinsi ini ‎kepada pemerintah kecamatan, anggota Dewan yang berada di Basilam Baru, dan merupakan Wakil Ketua DPRD Dumai, Bahari.

"Memang pemerintah kota  dalam hal ini PUPR‎, dan Wakil Walikota Dumai, Eko Suharjo,  serta Wakil Ketua DPRD Dumai, Bahari sudah turun melihat kondisi jalan, bahkan sudah sempat menurunkan alat berat, untuk melakukan Normalisasi parit menuju Sungai Teras, bahkan PUPR juga ikut membantu pembuatan jembatan di jalan yang putus," sebutnya. 

‎Lebihlanjutditerangkanya, meskipun pihak pemerintah daerah beserta DPRD Kota Dumai, telah turun namun kondisi jalan lintas Dumai-Rohil, di beberapa titik masih rusak berat. 

Bukan hanya itu saja, dirinya juga menerima informasi dari masyarakat akibat jalan rusak yang sebelumnya digenangi banjir berasal air kiriman dari perusahaan PT RUJ dan PT SGP, ‎namun pihaknya tidak lantas menerima informasi tersebut. 

"Kita minta jika ada Tim Peninjau dari perusahaan untuk menyelidiki ‎banjir yang menyebabkan jalan putus serta merendam perkebunan masyarakat, kita bisa dilibatkan, agar bisa menjelaskan kepada masyarakat kita," pintanya. 

Isnaini juga meminta  kepada pihak DPRD Dumai, untuk bisa segera ‎melakukan hearing, bersama perusahaan, Pemko, dan pihak Provinsi Riau, agar permasalahan yang sudah sebulan lamanya ini bisa segera diselesaikan. 

Sementara, Tokoh Masyarakat Basilam Baru, Ucok Banjar mengungkapkan, kondisi jalan yang rusak parah ini sudah berlangsung sebulan lebih, bahkan banyak hasil pertanian masyarakat ‎tidak bisa diangkut . 

"Kita minta kepada pemerintah daerah, perusahaan, Provinsi bisa bergerak cepat agar jalan lintas ini bisa segera perbaiki, dan terkait lahan masyarakat yang terendam banjir bisa dicari solusinya," pungkasnya

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved