Lurah Cinta Raja Pekanbaru Sebut Tidak Ada Pungutan Saat Urus Surat Domisili

Pengurusan surat domisili menjadi sorotan dalam proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2020.

TribunPekanbaru/Doddy Vladimir
Sejumlah orangtua calon siswa mendatangi SMA Negeri 8 Pekanbaru, Kamis (25/6/2020). Mereka mendatangi sekolah ini untuk meminta kejelasan kepada pihak sekolah terkait penerimaan peserta didik baru (PPDB) di sekolah favorit tersebut. Para orang tua yang mengaku warga tempatan disekitar sekolah meminta kepada pihak sekolah transparan dalam menerima proses PPDB. Sebab para orang tua mensinyalir ada kecurangan dalam proses PPDB SMA 8 Pekanbaru. 

TRIBUNPEKANBARU.COM,PEKANBARU - Pengurusan surat domisili menjadi sorotan dalam proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2020. 

Surat itu jadi sorotan lantaran banyaknya jumlah surat domisili yang diterbitkan.

Ada juga surat yang menunjukkan jarak rumah calon siswa terlalu dekat dengan sekolah. Ada dugaan juga harus membayar sejumlah uang agar memperoleh surat domisili tersebut.

Lurah Cinta Raja, Rizki menampik kabar itu. Ia menyebut tidak ada pungutan sejumlah uang untuk memperoleh surat domisili.

Bahkan ia mengaku tidak mematok tarif untuk surat domisili.

"Tidak ada pungutan, saya pastikan tidak ada pungutan," jelasnya kepada TribunPekanbaru.com, Kamis (25/6/2020).

Menurutnya, masyarakat yang mengurus surat domisili di Kelurahan Cinta Raja untuk PPDB tidak banyak jelang dibukanya PPDB.

Ia menyebut bahwa jumlahnya tidak sampai puluhan pengajuan. Pihaknya cuma mengakomodir pengajuan surat domisili yang ada surat pengantar RT/RW

"Kami selagi ada pengantar, kami buatkan. Jumlah saya tidak ingat, sekitar ya tidak ingat," jelasnya.

Sebelumnya, Walikota Pekanbaru, Ayat Cahyadi mengingatkan agar para pejabat di lingkungan pemerintah kota tidak terlibat pungutan liar (pungli). Mereka harus menjalankan tugas sesuai aturan.

Halaman
1234
Editor: Sesri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved