Hasil Swab Pasien PDP Negatif, Pihak Keluarga Klarifikasi Beberapa Hal

Pihak keluarga pasien yang meninggal pada Jumat (26/6/2020) memberikan keterangan terkait pemberitaan sebelumnya.

NICOLAS ASFOURI / AFP
Peneliti menunjukkan model plastik coronavirus COVID-19 

TRIBUNPEKANBARU.COM, MERANTI - Pihak keluarga pasien yang meninggal pada Jumat (26/6/2020) memberikan keterangan terkait pemberitaan sebelumnya.

Pihak keluarga meluruskan beberapa hal terkait disampaikannya bahwa pasien PDP di Kepulauan Meranri meninggal dunia.

Masyarakat sekaligus mewakili pihak keluarga Afrizal Cik mengatakan ada beberapa point yang perlu diluruskan dan dia menegaskan kejadian tidak seperti yang telah dikatakan Jubir Covid-19.

Pertama, adanya pernyataan dari Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kepulauan Meranti, Muhammad Fahri yang mengatakan, setelah terjadi perdebatan yang cukup panjang akhirnya jenazah dibawa ke rumah dengan 8 orang petugas menggunakan hazmat lengkap dan melibatkan pihak kepolisan.

Sebagai orang yang diajak untuk menyaksikan rapat pertemuan antara pihak keluarga Almarhum MN dengan Tim Covid-19 Kepulauan Meranti dan tim medis yang merawat almarhum MN, Afrizal mengtakan mendengarkan serta menyimak dengan baik apa yang disampaikan oleh Camat Tebingtinggi, Rayan Pribadi, SH yang memimpin rapat didampingi oleh Kepala Dinas Kesehatan, Direktur RSUD, Jubir Tim Covid, dan Tim Medis dan tidak ada perdebatan saat itu.

"Bersama pihak keluarga almarhum MN, kami semua mendengarkan pemaparan yang disampaikan oIeh Camat Tebingtinggi dengan tertib, tanpa ada riak bicara sedikit pun. Saat itu camat memberikan dua opsi tentang penyelengaraan jenazah, pertama untuk diselenggarakan di RSUD dengan cara penanganan Protokoler Covid-19 yang diselenggarakan oleh pihak RSUD Kepulauan Meranti," ungkap Afrizal Cik.

Selanjutnya dikatakan penanganan jenazah boleh dilaksanakan oleh pihak keluarga, tetapi harus benar-benar dengan mengikuti protokol kesehatan yang ditetapkan yaitu dengan mengunakan hazmat Iengkap.

Pihak keluarga juga diminta untuk mencatat nama-nama yang terlibat dalam penyelenggaraan jenazah, seperti tukang jaga jenazah di rumah, tukang mandi, tukang kafan, yang membawa jenazah, yang membuka kain kafan di pemakaman dan yang menggantikan bantal, sesuai dengan tata cara pemakaman seorang Muslim.

"Dengan suara yang bulat dan sepakat pihak keluarga menyetujui opsi yang kedua. Maka camat pun meminta pihak keluarga menyerahkan nama-nama yang menyelenggarakan jenazah pada malam itu juga. Hal ini bertujuan supaya identitas penyelenggara jenazah terdata dan dapat diberikan arahan serta dipantau aktivitasnya selama proses dan pasca pemakaman," katanya.

Produk Kecantikan Ini Hapus Tagline Putih, Bersinar & Bercahaya: LAWAN Rasisme terhadap Kulit Hitam

Api Membara, Pria Ini Tiba-tiba Nekat Membakar Dirinya Sendiri di Kandang Kambing

Kisah Tragis Mantan Rekan Setim Maradona di Napoli, Dulu Striker Kini Hidup Sebagai Gelandangan

Setelah mendata nama-nama yang akan menyelenggarakan jenazah, pihak keluarga segera menyerahkan nama-nama tersebut saat itu juga di hadapan camat, Direktur RSUD, dan Kepala Dinas Kesehatan.

Halaman
123
Penulis: Teddy Tarigan
Editor: Ilham Yafiz
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved