Video Berita

VIDEO Wisata Riau: Tak Sekadar Adu Cepat Sampan Kayu, Pacu Jalur Masuk Kalender Pariwisata Nasional

Ketika penjajah Belanda mulai memasuki daerah Riau, mereka memanfaatkan pacu jalur dalam merayakan hari ulang tahun Ratu Wilhelmina

TRIBUNPEKANBARU.COM- Pacu jalur bagi warga Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) adalah sebuah pesta rakyat.

Pacu jalur pun sudah menjadi budaya yang ditekuni sejak bertahun-tahun lalu oleh warga Kuansing.

Pacu jalur yang tergambar lewat perlombaan sampan kayu berukuran panjang di Sungai Kuantan, itu bukan sekadar adu cepat.

Melainkan ada nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung di dalamnya.

Diperkirakan, perhelatannya lebih lama lagi. Dikutip dari berbagai sumber, pada awalnya pacu jalur diselenggarakan di kampung-kampung di sepanjang Sungai Kuantan untuk memperingati hari besar Islam.

Seperti Maulid Nabi Muhammad SAW, Idul Fitri atau Tahun Baru 1 Muharam.

Ketika itu setiap perlombaan tidak selalu diikuti dengan pemberian hadiah.

Artinya, ada kampung yang menyediakan hadiah dan ada yang tidak menyediakannya. Lomba yang tidak menyediakan hadiah diakhiri dengan acara makan bersama.

Adapun jenis makanannya adalah makanan tradisional setempat, seperti: konji, godok, lopek, paniaran, lida kambing, dan buah golek.

Ketika penjajah Belanda mulai memasuki daerah Riau (sekitar tahun 1905), tepatnya di kawasan yang sekarang menjadi Kota Teluk Kuantan, mereka memanfaatkan pacu jalur dalam merayakan hari ulang tahun Ratu Wilhelmina yang jatuh pada setiap 31 Agustus.

Halaman
12
Penulis: Dodi Vladimir
Editor: aidil wardi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved