Breaking News:

Diperintahkan Puasa Minum Air Selama 70 Hari, Pria Ini Tewas, Niatnya Mau Turunkan Berat Badan

Setelah kematian yang menimpa pria itu, Liu mengatakan kepada wartawan bahwa perawatannya itu biasanya berlangsung lima hingga tujuh hari.

Editor: Muhammad Ridho
Intisari
Seorang lelaki Tionghoa (gambar kiri) telah meninggal di pusat rehabilitasi setelah 'tidak makan selama 54 hari' untuk apa yang disebut 'perawatan kesehatan' yang ditawarkan oleh master Qigong yang memproklamirkan diri (gambar kanan) 

Satu hal yang harus kita tahu, puasa air ada batasannya dan kita harus tahu bahwasannya tubuh manusia itu sebagian besar adalah air.

Jadi jika ada saran atau mengiti sebuah metode yang tidak masuk diakal atau bertolak belakang dengan keadaan alamiah tubuh, baiknya ditolak.

TRIBUNPEKANBARU.COM - Kita seharusnya tetap selektif dalam memilih metode pengobatan, jangan sampai berisiko bagi hidup kita.

Bisa-bisa jika memaksakan diri bisa berakhir seperti pria malang di China ini.

Lantaran mengikuti tips konyol dari seorang master yoga China, pria 27 tahun bernama Li ini pun meninggal.

Li diketahui meninggalkan rumahnya dan pindah ke fasilitas padepokan milik seorang master bernama Liu Shanglin pada 2017.

Di sana oleh Liu Shanglin, Li diperintahkan untuk menjalani puasa air selama 70 hari agar kesehatannya meningkat, ketika ia berjuang dengan masalah mental.

Namun, di hari ke 54 dia tidak mampu bertahan sehingga dirinya dinyatakan meninggal dunia.

Meskipun aparat belum mengungkapkan rincian lebih lanjut tentang insiden itu, media China menduga bahwa Li diminta untuk mengikuti metode ekstrem untuk kelebihan berat badan.

“Dia cukup berat. Dia sekitar 180 kilogram (397 pound). Guru itu kemudian memintanya untuk tidak makan dan mengatakan itu baik untuk kesehatannya," kata seorang anggota staff, seperti dikutip dari Dailymail.

Halaman
12
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved