Breaking News:

PPDB Bikin Pusing, Data Anak Hilang, Orangtua Calon Siswa Tak Punya Pilihan & Antre Hingga Sore Hari

Depi Suryadin mengeluhkan data anaknya hilang di website PPDB, padahal jarak dari rumahnya ke SMP 50 sekitar 900 meter.

TribunPekanbaru/Doddy Vladimir
Sejumlah orangtua calon siswa mendatangi SMA Negeri 8 Pekanbaru, Kamis (25/6/2020). Mereka mendatangi sekolah ini untuk meminta kejelasan kepada pihak sekolah terkait penerimaan peserta didik baru (PPDB) di sekolah favorit tersebut. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Puluhan orangtua dibuat pusing dengan sistem penerimaan peserta didik baru (PPDB) jalur zonasi dan perpindahan orangtua.

Menurut pantauan Tribun, hingga pukul 16.30 WIB, sejumlah orangtua calon siswa masih mengantre untuk mengadukan masalahnya ke Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung, Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, Senin (29/6/2020).

Berbagai macam masalah dirasakan para orangtua siswa, mulai dari yang data anaknya tiba-tiba hilang atau tidak terdaftar, dikalahkan jarak calon siswa yang lebih jauh hingga masalah kuota yang sudah habis.

Dedi Pratama (58) asal Jalan Cipedes tengah, Sukajadi, Kota Bandung mengaku bingung dengan sistem zonasi tahun ini. Sebab, rumahnya yang berjarak sekitar satu kilo meter dari sekolah tujuan tidak mendapat kuota karena sudah habis oleh siswa lain yang jaraknya paling jauh 900 meter.

Diduga CURANG Dalam Proses PPDB, Kepala SMA Negeri 8 Pekanbaru : Demi Allah Kami Tidak Bermain

NEWS VIDEO: DPRD Riau Sidak Pelaksanaan PPDB di SMA Negeri 8 Pekanbaru, Temukan Sejumlah Kejanggalan

Surat Domisili Jadi Biang Kisruh PPDB di Riau, DPRD Riau Ingatkan Lurah Jangan Main-Main

FOTO: Orangtua Datangi SMA Negeri 8 Pekanbaru, Pertanyakan PPDB Online

"SMP 15, itu paling dekat, tapi tidak keterima, karena SMP 15 itu sudah habis sama warga yang jaraknya paling jauh 900 meter, (di sana) lapisan masyarakatnya tebal sekali, jadi kalah sama yang depan," ujar Dedi, saat ditemui di Kantor Disdik, Senin (29/6/2020).

Berbeda dengan tahun lalu, kata dia, pendaftaran zonasi itu dibagi menjadi dua, yakni zonasi murni dan kombinasi. Sehingga, warga yang tinggal di daerahnya tetap mendapat tempat di SMP 15.

"Tahun kemarin itu lebih bagus, ada jalur zona kombinasi, jadi nilai akademik digabung sama jarak,
jadi ketika kalah jarak, bisa digabung dengan nilai," katanya.

Depi Suryadin (47) warga asal Cijambe, mengeluhkan data anaknya hilang di website PPDB, padahal jarak dari rumahnya ke SMP 50 sekitar 900 meter.

"Kamis malam data sementara itu sudah masuk, besoknya (Jumat) nama anak saya hilang, padahal jaraknya 900 meter, katanya sih kegeser sama yang lain," ujar Depi.

Depi mengaku pusing dengan sistem zonasi kali ini. Sebab, dari rumahnya hanya SMP 50 yang paling dekat.

"Lumayan memusingkan sih, apalagi ini pertama kali saya daftarin sekolah anak, secara zonasi paling dekat SMP 50, ini sudah masuk jalur zonasi," katanya.(*)

Artikel ini telah tayang di tribunjabar.id dengan judul PPDB Bikin Pusing, Orangtua Calon Siswa di Kota Bandung Masih Antre Hingga Sore Hari, 

Editor: CandraDani
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved