Jangan Asal Keluarkan Surat Domisili Saat PPDB, Wakil Wali Kota Pekanbaru Janji Tindak Oknum Nakal

Wakil Walikota Pekanbaru, Ayat Cahyadi mengaku geram dengan adanya ulah oknum ASN. Ia mengaku bakal menindaklanjuti informasi tersebut.

TribunPekanbaru/Doddy Vladimir
Sejumlah orangtua calon siswa mendatangi SMA Negeri 8 Pekanbaru, Kamis (25/6/2020). Mereka mendatangi sekolah ini untuk meminta kejelasan kepada pihak sekolah terkait penerimaan peserta didik baru (PPDB) di sekolah favorit tersebut. Para orang tua yang mengaku warga tempatan disekitar sekolah meminta kepada pihak sekolah transparan dalam menerima proses PPDB. Sebab para orang tua mensinyalir ada kecurangan dalam proses PPDB SMA 8 Pekanbaru. 

TRIBUNPEKANBARU.COM,PEKANBARU- Surat domisili jadi syarat alternatif bagi calon peserta didik yang hendak mendaftar Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2020 di Kota Pekanbaru. Kartu Keluarga (KK) jadi syarat utama saat mendaftar dalam PPDB lewat jalur zonasi.

Informasi Tribun, ada dugaan oknum lurah memungut sejumlah uang untuk membuat surat domisili. Aksi itu pun menjadi sorotan.

Wakil Walikota Pekanbaru, Ayat Cahyadi mengaku geram dengan adanya ulah oknum ASN. Ia mengaku bakal menindaklanjuti informasi tersebut.

"Kita akan periksa kebenaran kabar tersebut," tegasnya kepada Tribun, Selasa (30/6/2020).

Ayat pun berpesan agar lurah tidak asal mengeluarkan surat domisili selama PPDB. Mereka harus punya acuan kuat untuk memastikan warga yang meminta surat domisili tinggal di sana.

"Saya ingatkan jangan asal membuat surat domisili. Jangan manfaatkan keadaan yang ada, apalagi memungut sejumlah uang," ujarnya.

Jumlah Pendaftar PPDB di Kota Pekanbaru Bakal Dibatasi Setiap Hari, Ini Alasannya

Modus Ganti Domisili untuk PPDB Online Juga Terjadi di Kuansing, Pindah ke Desa Dekat Sekolah

Politisi PKS ini menegaskan agar penggunaan surat domisili jangan sampai mengganggu proses PPDB. Ia tidak ingin masyarakat beramai-ramai membuat surat domisili hanya agar anaknya bisa masuk sekolah negeri.

"Daftarkan diri sesuai zonasi, apalagi daya tampung SMP di Kota Pekanbaru masih terbatas," paparnya.

Ayat juga berpesan agar sekolah bisa mengikuti regulasi PPDB. Ia menilai regulasi PPDB tahun ini sudah jelas dan masyarakat sudah memahaminya.

PPDB tahun 2020 tingkat SD dan SMP mulai berlangsung pada, Rabu (1/7/2020). Pendaftaran berlangsung hingga 7 Juli 2020 mendatang.

Halaman
1234
Penulis: Fernando
Editor: CandraDani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved