Partai KOMUNIS China Dilaporkan Lakukan GENOSIDA, Menlu AS Murka: Muslim Uighur Target Aborsi Paksa

Dalam laporannya, Zenz mengatakan temuannya merupakan bukti terkuat bahwa kebijakan Beijing di Xinjiang memenuhi salah satu kriteria Genosida

KEVIN LAMARQUE/REUTERS
Mike Pompeo, Menlu Amerika Serikat saat berbicara di Departemen Luar Negeri AS 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Perbuatan keji Partai Komunis di China membuat murka Amerika Serikat. 

Partai yang saat ini menguasai Tiongkok dilaporkan telah menjalankan praktik Genosida. 

Sasaran praktik mereka adalah wanita-wanita subur dari kalangan Muslim Uighur.

Hal itu untuk menekan generasi Musim Uighur di China.

Kebijakan Beijing tersebut membuat geram Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo.

Informasi tersebut ia dapatkan dari sebuah laporan sumber yang terpercaya.

Mengenal suku Uighur, etnis minoritas di China yang telah menjadi penduduk Xinjiang berabad-abad lalu.
Mengenal suku Uighur, etnis minoritas di China yang telah menjadi penduduk Xinjiang berabad-abad lalu. (The Independent)

Pada, Senin, Pompeo memberikan label "mengejutkan" dan "mengganggu" atas laporan yang menyebut bahwa Partai Komunis China yang berkuasa menggunakan sterilisasi paksa, aborsi paksa, dan keluarga berencana secara paksa terhadap Muslim minoritas di negara tersebut.

Mengutip Reuters, Pompeo menyoroti sebuah laporan tentang situasi di wilayah Xinjiang China oleh peneliti Jerman Adrian Zenz yang diterbitkan oleh think tank Jamestown Foundation yang berbasis di Washington.

Pompeo mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa temuan itu konsisten dengan praktik Partai Komunis Tiongkok dalam beberapa dekade yang menunjukkan ketidakpedulian total terhadap kesucian hidup manusia dan martabat dasar manusia.

"Kami menyerukan Partai Komunis China untuk segera mengakhiri praktik mengerikan ini dan meminta semua negara untuk bergabung dengan Amerika Serikat dalam menuntut diakhirinya pelanggaran tidak manusiawi ini," jelas Pompeo seperti yang dilansir Reuters.

Halaman
12
Editor: Guruh Budi Wibowo
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved